Tiga Korban Gempa Dievakuasi dengan Helikopter

Kompas.com - 21/08/2012, 18:32 WIB

SIGI, KOMPAS.com — Sebanyak tiga korban gempa bumi di Kecamatan Lindu, Kabupaten Sigi, Sulteng, Selasa (21/8/2012) siang, dievakuasi dengan menggunakan helikopter untuk dibawa ke rumah sakit di Kota Palu.

Helikopter dikerahkan sebab akses jalan ke Kecamatan Lindu tertimbun longsor akibat gempa bumi berkekuatan 6,2 skala Richter pada Sabtu (18/8/2012). Hingga kini, tim SAR belum berhasil menembus Kecamatan Lindu melalui jalur darat.

Camat Lindu, Karso, saat mengantar para korban ke posko bencana gempa Desa Tuva, Kecamatan Gumbasa, Sigi mengatakan, para korban dirujuk ke RS Madani, Palu, yang berjarak sekitar 50 kilometer dari Desa Tuva.

Ketiga korban itu adalah Ny Darsono, Senfi, dan Randi. Mereka dibawa dengan dua kali penerbangan helikopter milik salah satu yayasan.

Para korban mengalami luka akibat tertimpa rumah yang rusak saat gempa. Mereka berasal dari Desa Tomado, ibu kota Kecamatan Lindu.

Mereka diangkut dengan helikopter dari Lindu ke Desa Tuva, sedangkan dari Desa Tuva ke Kota Palu dibawa dengan ambulans.

Seorang korban bernama Robin warga Desa Poro’o, Kecamatan Lindu, menolak dievakuasi oleh tim medis dengan alasan takut kakinya diamputasi oleh tim dokter.

Tim medis yang masuk ke Lindu dengan helikopter masih terus mendata korban, terutama yang membutuhkan perawatan lebih lanjut di rumah sakit.

Sebanyak 16 dusun di empat desa di Lindu mengalami kerusakan saat gempa. Di Desa Poro’o, sebanyak 85 rumah rusak berat dan 98 rumah rusak ringan. Di Desa Langko, sebanyak enam rumah rusak dan 18 rumah rusak ringan.

Sedangkan di Desa Tomado, sebanyak 118 rusak berat dan ringan, sedangkan di Desa Anca, sebanyak 84 rumah rusak berat dan lima rusak ringan.

Selain mengevakuasi korban luka dan menerjunkan tim medis, helikopter juga dipakai untuk membawa aneka bantuan kepada korban gempa di Lindu.

Bantuan yang telah dikirim adalah 204 kasur, 150 lembar terpal, 200 selimut, 10 dos ikan kaleng, perlengkapan anak 12 paket, dan 10 karung perlengkapan dapur.

Bantuan lain yang dikirim adalah lima karton minyak goreng, 570 kg beras, 100 dos mi instan, 200 kg gula, dan 30 dos air mineral.

Tim medis dari Universitas Hasanuddin yang terdiri dari lima dokter dan tujuh paramedis juga telah diterjunkan ke Lindu.

Selain Lindu, gempa bumi juga merusak beberapa desa di Kecamatan Kulawi dan Gumbasa, Kabupaten Sigi. Lokasi gempa ini telah terjangkau bantuan kendati akses jalan sempat tertimbun longsor akibat gempa.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau