Warga di Lokasi Bentrok Sigi Mulai Mengungsi

Kompas.com - 21/08/2012, 21:29 WIB

PALU, KOMPAS.com - Sejumlah warga di Desa Binangga, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, yang terlibat bentrok antarwarga, Selasa sore, mulai mengungsi ke tempat yang aman.

Bestari, warga Desa Binangga, yang ditemui di Mapolsek Marawola, mengatakan para pengungsi itu sebagian besar wanita dan anak-anak yang merasa ketakutan.

Mereka mengungsi di Kelurahan Pengawu, Kota Palu, sekitar lima kilometer dari Desa Binangga. "Mereka tinggal bersama sanak saudaranya dengan bekal seadanya," kata Bestari, Selasa (21/8/2012).

Bestari mengatakan, saat ini pihaknya telah meminta bantuan kepada aparat TNI dan Polri untuk bersiaga di sekitar Desa Binangga karena warga desa tetangga sudah bersiap menyerang.

Sementara itu, sejumlah warga lainnya terlihat berada di luar rumah karena takut akan diserang. "Lebih baik di luar rumah dari pada terjadi yang tidak-tidak," kata Umi, seorang warga Desa Binangga.

Penyerangan itu dipicu oleh sejumlah pemuda mabuk asal Desa Padende yang menghadang warga Binangga yang selanjutnya memicu bentrokan antarwarga pada Senin dini hari (20/8).

Warga terlibat bentrok mempersenjatai diri dengan parang, senapan angin, bom molotov, panah, ketapel dan senjata api rakitan.

Bentrok akhirnya meluas dan telah mengakibatkan seorang warga tewas serta lima rumah rusak terbakar.

Tawuran antarwarga saat ini meluas dan melibatkan sejumlah desa di Kecamatan Marawola. Hingga saat ini sekitar 400 pasukan TNI dan Polri masih bersiaga di sekitar lokasi bentrok.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau