Andre Mamuaya, Pengusaha Muda yang Tak Serakah

Kompas.com - 22/08/2012, 01:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Almarhum Andre Mamuaya (42) dikenang sebagai salah satu sosok pengusaha muda andal dan bermasa depan cerah. Selain itu, Andre juga dinilai sebagai salah seorang pengusaha yang tidak selalu mencari keuntungan, tetapi juga mempertimbangkan dampak bisnisnya kepada bangsa dan negara.

Hal ini diungkapkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik, Selasa (21/8/2012), di rumah duka almarhum, Jalan Taman Patra III, Kuningan, Jakarta.

Jero menuturkan, awal perkenalannya dengan Andre bermula dari hubungan baiknya dengan Benny Subianto sewaktu bekerja di perusahaan tambang United Tractor dahulu kala. Benny adalah mertua dari Andre yang menikahi Arini Subianto dan dikaruniai dua orang putra. Dari sana, Jero pun mengenal Andre.

"Saat saya jadi menteri, usaha Andre ini kan urusan ESDM. Jadi sering bertemu. Saya nasihati menantu itu untuk majukan pertambangan Indonesia. Negara harus dapat yang baik, tidak boleh pengusaha hanya cari untung," ucap Jero.

Di dalam setiap kesempatan bertemu Andre, lanjutnya, hal itu pula yang selalu diingatkan. Jero menilai Andre memiliki kesamaan visi dan misi dalam mengembangkan industri tambang untuk kemajuan negara. "Anak ini bagus. Andre sangat serius bekerja dan sudah mulai cocok dengan (pikiran) saya," ujar Jero.

Saat mengetahui Andre meninggal, Jero mengaku kaget. Namun, tidak ada yang bisa menebak kapan datangnya ajal. "Hidup itu Tuhan yang atur, saya turut belasungkawa dan sudah menjadi tugas kita untuk meneruskan apa yang ada," kata Jero.

Almarhum Andre rencananya akan dimakamkan di San Diego Hills Blok M16 B pada Rabu (22/8/2012) pukul 09.00. Andre meninggalkan dua orang anak, yakni Azaria Rafi Mamuaya (9) dan Azel Rasyid Mamuaya (7), serta seorang istri bernama Arini Subianto.

Diberitakan sebelumnya, Andre tewas dalam sebuah kecelakaan hebat di depan Plaza Central, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, pada Selasa (21/8/2012) pagi tadi pukul 09.45.

Sepeda motor balap Ducati B 5555 XS milik Andre menabrak Toyota Innova B 1348 PKP yang hendak masuk ke dalam gedung. Akibat tabrakan itu, tubuh Andre terpental. Kepala sang penyuka otomotif dan bola basket ini pun membentur pot bunga sebelum akhirnya terkapar di trotoar jalan. Meski sudah dibawa ke rumah sakit, nyawa Andre tidak tertolong lagi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau