Direktur Adaro Tewas karena Luka Dalam

Kompas.com - 22/08/2012, 14:19 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Keluarga Andre J Mamuaya (42) menolak saran otopsi terhadap jenazah Direktur PT Adaro Energy Tbk itu yang tewas dalam kecelakaan di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (21/8/2012).

Namun, dari hasil pemeriksaan luar tim medis di RS Siloam, Andre diduga tewas karena luka dalam di bagian leher dan dada. Hal itu diungkapkan Kepala Subdit Penegakan Hukum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Sudarmanto, Rabu, di Unit Laka Ditlantas Polda Metro Jaya. "Korban secara kasat mata memang tidak terlihat lukanya karena pakai helm bagus dan sangat mahal," ucap Sudarmanto.

Beberapa saat setelah kecelakaan terjadi, korban ditolong satpam Plaza Central bernama Udari dan pengemudi Toyota Innova, Mahendra Tarigan, yang kendaraannya ditabrak Andre. Korban ketika itu masih hidup dan langsung dibawa ke RS Siloam. "Setelah sampai, dokter baru bilang kalau sudah meninggal dunia. Dari hasil pemeriksaan luar, korban diduga tewas karena luka memar di dada dan leher yang membiru. Tidak ada luka terbuka yang ditemukan di tubuh korban," ujar Sudarmanto.

Luka memar di bagian dada diduga karena benturan kuat dengan kemudi sepeda motor yang ringsek saat kecelakaan terjadi. Sementara luka memar di bagian leher diduga karena kepala korban sempat membentur keras pot bunga yang ada di trotoar jalan.

Kecelakaan yang menewaskan Andre terjadi pada Selasa pagi sekitar pukul 09.45. Sepeda motor balap Ducati B 5555 XS milik Andre menabrak Toyota Innova B 1348 PKP yang hendak belok ke kiri menuju gedung Plaza Central.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau