Ketua MK "Jenguk" Komodo di Pulau Rinca

Kompas.com - 22/08/2012, 15:52 WIB

LABUAN BAJO, KOMPAS.com — Ketua Mahkamah Konstitusi Prof DR Moh Mahfud MD didampingi alumni Seminari Beato Yohanes Paulus II di Jakarta, Bali, dan berbagai tempat di Indonesia dan luar negeri "menjenguk" komodo di Pulau Rinca, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Flores bagian barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Rabu (22/8/2012).

Rombongan Mahfud bertolak dari Pelabuhan Labuan Bajo pukul 14.00 Wita dengan tiga speedboat untuk melihat keunikan dan binatang langka komodo di Pulau Rinca.

Ketua Panitia HUT Seminari Beato Yohanes Paulus II, Fransiskus Xaverius Adi, kepada Kompas.com di Labuan Bajo, Rabu (22/8/2012), menjelaskan, rombongan Ketua MK yang berkunjung ke Manggarai Barat selama dua hari menyempatkan diri untuk berwisata ke Pulau Rinca untuk melihat binatang komodo yang sudah masuk tujuh keajaiban dunia.

Xaverius menjelaskan, kehadiran Ketua MK Mahfud MD adalah untuk memberikan ceramah ilmiah dan orasi kebangsaan tentang Pendidikan Karakter Bangsa Indonesia. Sebelumnya, Mahfud MD di aula Seminari Beato Yohanes Paulus II mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat secara adat oleh masyarakat Manggarai Barat.

"Semoga kita tetap mempertahankan kesatuan sebagai anak bangsa di masa mendatang," ucapnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau