Arus balik

Arus Lalu Lintas Kendaraan di Cikampek Melonjak

Kompas.com - 22/08/2012, 19:54 WIB

CIKOPO, KOMPAS.com- Lalu lintas kendaraan arus balik di gerbang tol Cikampek, Cikopo, Purwakarta, mulai melonjak pada Rabu (22/8/2012) atau dua hari setelah Lebaran. Sebagian pemudik sudah mulai kembali ke Jakarta karena masa libur hampir usai. Arus kendaraan dari jalur pantai utara menuju Jakarta terus mengalir meskipun lalu lintas tampak lancar.

Meskipun tidak ada penumpukan kendaraan, polisi terlihat bersiaga mengantisipasi adanya penyumbatan lalu lintas. Berdasarkan data PT Jasa Marga, jumlah kendaraan yang masuk di gerbang tol Cikampek menuju Jakarta pada Rabu pukul 06.00 - 14.00 mencapai 9.112 unit atau meningkat hampir tiga kali lipat dibandingkan Selasa (21/8/2012) pada rentang waktu sama yang sebanyak 3.553 unit.

Untuk mengantisipasi arus balik, PT Jasa Marga telah mengoperasikan empat gardu masuk tol sejak Selasa lalu. Sebelumnya, delapan gardu di gerbang tol ini hanya dioperasikan untuk keluar untuk menghindari penumpukan kendaraan saat arus mudik.

"Saat arus balik ini yang kita waspadai justru kepadatan di gerbang tol Cikarang Utama karena jadi tempat transaksi. Sedangkan di gerbang tol Cikampek empat gardu saja cukup karena hanya untuk pengambilan tiket," kata Kepala Sub Bagian Lalu Lintas PT Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek Cece Kosasih.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau