Baru Sepertiga Pemudik Kembali Lewat Bakauheni

Kompas.com - 23/08/2012, 09:40 WIB

KALIANDA, KOMPAS.com - Tiga hari setelah Lebaran, Kamis (23/8/2012) diperkirakan baru sepertiga pemudik yang kembali ke Pulau Jawa melalui pintu Pelabuhan Bakauheni Lampung. Berdasarkan data yang diperoleh dari Posko Lebaran PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni, hingga Kamis dini hari, total pemudik yang menyeberang di Bakauheni selama arus balik tercatat sebanyak 192.120 orang.

Sementara, total manusia atau pemudik yang bergerak menyeberang ke Sumatera selama arus mudik pekan lalu tercatat 614.065 orang. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa baru 31 persen pemudik yang kembali ke Pulau Jawa. Jumlah total kendaraan yang bergerak selama arus mudik mencapai 60.430 sepeda motor dan 55.603 mobil. Dengan demikian, masih tersisa 422.000 pemudik yang akan melintasi Bakauheni selama tiga hari ke depan. Jumlah itu pun belum ditambah pergerakan urbanisasi baru.

Seperti diungkapkan Manajer Operasional PT ASDP Cabang Bakauheni Lampung Heru Purwanto, setiap arus balik biasanya terjadi penambahan jumlah pergerakan manusia sebesar 7 - 8 persen. "Soalnya, saat pulang, pemudik biasanya turut membawa sanak saudaranya," ujar dia. Ini berpotensi menimbulkan kemacetan di jalan dan Pelabuhan Bakauheni, seperti halnya yang terjadi di Merak saat puncak arus mudik akhir pekan lalu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau