Orang Indonesia Makin Mahir Berbahasa Inggris

Kompas.com - 23/08/2012, 11:35 WIB

MELBOURNE, KOMPAS.com — Kemahiran orang Indonesia dalam berbahasa Inggris ternyata semakin meningkat jika dilihat dari data terbaru mengenai hasil tes bahasa Inggris International English Language Testing System (IELTS). Hasil rata-rata IELTS di Indonesia meningkat dari 6,2 pada tahun 2010 menjadi 6,4 pada tahun 2011 dalam skala penilaian IELTS 1-9.

Dengan parameter IELTS, bisa dikatakan bahwa kemahiran orang Indonesia dalam tiga dari empat keterampilan berbahasa Inggris, yaitu menulis, berbicara, dan menyimak, mengalami peningkatan. Hasil menyimak, menulis, dan berbicara meningkat, dan menyimak diidentifikasi sebagai keterampilan yang paling kuat di kalangan peserta tes dari Indonesia.

"Hasil dari tahun 2011 menunjukkan bahwa peserta tes berkomitmen terhadap studi berbahasa Inggris dan berusaha meningkatkan kemampuan mereka dalam memakai bahasa tersebut," kata Angela Hennely dari British Council, salah satu mitra IELTS.

John Belleville dari IDP untuk IELTS Australia menambahkan bahwa setiap tahun semakin banyak orang di Indonesia yang memilih untuk mengikuti IELTS demi memperoleh kesempatan pendidikan dan pekerjaan di Amerika Serikat, Kanada, Inggris, atau Australia.

Ada 31 pusat tes IELTS yang tersebar di seluruh Indonesia, termasuk di Bandung, Denpasar, Jakarta, Medan, Semarang, dan Surabaya. Hasil tes IELTS dipersyaratkan oleh lebih dari 7.000 lembaga pendidikan, pemerintahan, dan pemberi kerja di seluruh dunia sebagai alat ukur kemampuan berbahasa Inggris.

Lebih dari 1,7 juta peserta mengikuti tes IELTS pada tahun 2011. Jumlahnya meningkat sekitar 12 persen dari jumlah peserta pada tahun 2010.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau