Foke Puas Lihat Pegawai Wali Kota Komplet

Kompas.com - 23/08/2012, 14:15 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Setelah menggelar inspeksi mendadak (sidak) di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo menggelar sidak ke Kantor Wali Kota Jakarta Pusat. Total pegawai Pemkot Jakarta Pusat adalah 801 pegawai.

"Sebanyak 795 pegawai komplet, semuanya hadir, kecuali enam orang masih cuti," kata pria yang akrab disapa Foke ini, di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Tanah Abang, Kamis (23/8/2012).

Dengan melihat tidak adanya pegawai yang membolos di hari pertama PNS aktif bekerja, Foke mengaku puas. Selain itu, Foke juga mengecek sistem informasi online yang dia terima dengan kenyataan yang ada di lapangan.

"Saya sudah memeriksa kelurahan sejak pukul 06.45 WIB pagi tadi. Ada yang cuti satu orang Kelurahan Kampung Bali, Kecamatan Tanah Abang, yang izin satu orang Kelurahan Rawa Sari, Cempaka Putih. Untuk yang lainnya saya kira hampir semuanya komplet, yang cuti satu orang di Johor Baru, satu orang Kelurahan Galur dan di Johor Baru," kata Foke.

Adapun, kata Foke, permohonan cuti itu adalah hak setiap PNS. "Sah mengajukan sejak awal tahun. Namun, saya mengimbau untuk tidak menambah jumlah cuti sehingga pelayanan terganggu," kata Foke.

Dalam sidak itu, Foke didampingi oleh Sekretaris Daerah DKI Jakarta Fadjar Pandjaitan dan Kepala BKD DKI Jakarta Budihastuti. Sementara bagi para PNS yang ketahuan bolos di hari pertama bekerja, Foke mengingatkan akan ada sanksi yang berlaku.

"Ada presensi, nanti kumulatif dikumpulkan. Kalau sudah melampaui persyaratan tertentu, akan mendapat teguran tertulis dan teguran. Bahkan, dapat menunda promosi kenaikan pangkat atau gaji yang tertunda," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau