JAKARTA, KOMPAS.com - Antusiasme kerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kantor Administrasi Walikota Jakarta Barat cukup tinggi. Terlihat dengan jumlah 80,77 persen pegawai hadir pada hari pertama masuk kerja.
"Dari jumlah pegawai 1.373 orang di kantor walikota ini, yang hadir 1.109 orang," kata Kasi Humas Walikota Jakarta Barat Yusman Busono di Jakarta, Kamis (23/8/2012).
Yusman mengungkapkan, jumlah pegawai yang tidak hadir sebanyak 264 orang. Jika dipersentasekan sekitar 19,23 persen. Data pegawai yang tidak hadir tersebut di antaranya 17 orang sakit, 6 izin, 51 cuti, 3 orang sedang melakukan pendidikan, 174 orang tugas luar dan 13 orang telat.
Sementara dari 46 unit yang berada di Kantor Walikota, terdapat sembilan unit yang masuk seratus persen, yaitu Unit Tata Kepemerintahan, Inspektorat Kota, Sudin Pendapatan, Perindustrian dan Energi, Pemakaman, Pertanian Kehutanan, Kesehatan, Kebersihan, serta Pengawasan dan Penertiban Bangunan.
Walikota Jakarta Barat Burhanuddin mengungkapkan, setiap institusi pemerintahan mendapatkan jatah 5 persen sesuai kesepakatan pemerintah pusat. Dari data yang diperoleh, kantor Administrasi Walikota Jakarta Barat menerima 51 surat pengajuan cuti pegawai. Dari jumlah pegawai di kantor tersebut, jika dipersentasekan terdapat 3,71 persen pegawai yang mengajukan cuti.
Seperti diberitakan sebelumnya, pegawai pemerintah yang menambah cuti tanpa ada pemberitahuan, maka harus melakukan evaluasi laporan secara bertingkat. Kenaikan pangkat dan Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) dapat menjadi bahan pertimbangan.
Selain berpengaruh dengan TKD, pegawai yang tak hadir juga akan mempengaruhi remunerasi. Remunerasi adalah ketentuan untuk memberikan insentive sesuai beban kerjanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang