Gilas 6 Motor, Mobil Dihancurkan, Sopir Dipukuli

Kompas.com - 23/08/2012, 18:58 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebuah mobil Isuzu Panther dengan nomor polisi B 8319 RO menjadi bulan-bulanan amuk massa. Massa menghancurkan mobil yang dikemudikan Thomas Ace (60) itu karena menggilas dan menabrak sejumlah kendaraan roda dua. Baik pengemudi beserta korban pun diperiksa di Satuan Lalu Lintas Wilayah Jakarta Timur.

Sony (19) salah seorang saksi mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pukul 16.30 WIB di persimpangan Kebon Nanas, Jakarta Timur. Saat itu, ia dan belasan pemuda lainnya tengah melaju beriringan dari arah Kebon Nanas menuju Jl Otista III. Posisi lampu pengatur jalan itu pun berwarna hijau.

"Kita habis nguburin orang. Itu mobil dari arah Jl DI Pandjaitan mau belok ke Kebon Nanas, pertama dia gilas satu motor punya teman, Ryan. Bukannya berhenti, malah nabrak motor lainnya," ujarnya kepada Kompas.com di Satlantas Jaktim, Kamis (23/8/2012).

Dari enam motor yang menjadi korban, tiga di antaranya diketahui bukan bagian dari rombongan. Setelah ditabrak, ketiganya langsung pergi. Sementara tiga motor milik rombongan pelawat adalah Yamaha Jupiter B 3829 TDF milik Ryan, Yamaha Scorpio B 6325 TPX milik Tris dan Yamaha Xeon B 3338 TJW milik Raja. Ketiganya diketahui mengalami kerusakan di bagian body.

Setelah menabrak motor, pengemudi melarikan mobilnya ke arah kuburan Cipinang hingga tembus ke Jl Basuki Rachmat. Tak tinggal diam, para pelawat kemudian mengejar pengemudi yang kabur. Massa kemudian mendapatkan mobil beserta sang pengemudi selepas Pasar Gembrong, Jatinegara, Jakarta Timur. Ia pun menjadi korban amuk massa.

"Untung mobilnya dipalangin taksi. Ya sudah, massa mukulin orangnya, mobilnya juga dihancurin. Massa kesal karena dia nggak bertanggung jawab," lanjutnya.

Thomas mengalami luka di tubuhnya, yakni luka benturan benda tumpul di bagian kepala serta luka lecet di bagian lengan. Oleh petugas Satlantas Wilayah Jakarta Timur, sang sopir diamankan untuk diperiksa lebih lanjut. Lima orang rombongan termasuk korban turut diperiksa atas kasus tersebut.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau