JAKARTA, KOMPAS.com - Sebuah mobil Isuzu Panther dengan nomor polisi B 8319 RO menjadi bulan-bulanan amuk massa. Massa menghancurkan mobil yang dikemudikan Thomas Ace (60) itu karena menggilas dan menabrak sejumlah kendaraan roda dua. Baik pengemudi beserta korban pun diperiksa di Satuan Lalu Lintas Wilayah Jakarta Timur.
Sony (19) salah seorang saksi mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pukul 16.30 WIB di persimpangan Kebon Nanas, Jakarta Timur. Saat itu, ia dan belasan pemuda lainnya tengah melaju beriringan dari arah Kebon Nanas menuju Jl Otista III. Posisi lampu pengatur jalan itu pun berwarna hijau.
"Kita habis nguburin orang. Itu mobil dari arah Jl DI Pandjaitan mau belok ke Kebon Nanas, pertama dia gilas satu motor punya teman, Ryan. Bukannya berhenti, malah nabrak motor lainnya," ujarnya kepada Kompas.com di Satlantas Jaktim, Kamis (23/8/2012).
Dari enam motor yang menjadi korban, tiga di antaranya diketahui bukan bagian dari rombongan. Setelah ditabrak, ketiganya langsung pergi. Sementara tiga motor milik rombongan pelawat adalah Yamaha Jupiter B 3829 TDF milik Ryan, Yamaha Scorpio B 6325 TPX milik Tris dan Yamaha Xeon B 3338 TJW milik Raja. Ketiganya diketahui mengalami kerusakan di bagian body.
Setelah menabrak motor, pengemudi melarikan mobilnya ke arah kuburan Cipinang hingga tembus ke Jl Basuki Rachmat. Tak tinggal diam, para pelawat kemudian mengejar pengemudi yang kabur. Massa kemudian mendapatkan mobil beserta sang pengemudi selepas Pasar Gembrong, Jatinegara, Jakarta Timur. Ia pun menjadi korban amuk massa.
"Untung mobilnya dipalangin taksi. Ya sudah, massa mukulin orangnya, mobilnya juga dihancurin. Massa kesal karena dia nggak bertanggung jawab," lanjutnya.
Thomas mengalami luka di tubuhnya, yakni luka benturan benda tumpul di bagian kepala serta luka lecet di bagian lengan. Oleh petugas Satlantas Wilayah Jakarta Timur, sang sopir diamankan untuk diperiksa lebih lanjut. Lima orang rombongan termasuk korban turut diperiksa atas kasus tersebut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang