Pasar Asia Melemah, Rupiah Mungkin Stabil

Kompas.com - 24/08/2012, 09:34 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Tekanan kembali datang dari bursa global akibat pudarnya spekulasi soal stimulus di Amerika Serikat dan masih tak menentunya masa depan Eropa. Kondisi itu bakal mengimbas ke perdagangan mata uang, termasuk rupiah, Jumat (24/8/2012) ini.

Nlai tukar rupiah ditutup stabil di Rp 9.494 per dollar AS (menurut kurs tengah Bloomberg) pada perdagangan kemarin. Sementara itu sebagian besar bursa Asia ditutup menguat, termasuk bursa Indonesia (IHSG) yang ditutup naik tipis 0,05 persen menjadi 4.162,66.

Sedangkan harga minyak mentah tercatat turun. Harga Brent kemarin tercatat menjadi 115,78 dollar AS per barrel dan harga WTI menjadi 95,97 dollar AS per barrel. Bursa global ditutup turun semalam. Karena hal itu, menurut ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Lana Soelistianingsih, membuat kemungkinan bursa Asia mengikuti pelemahan ini. Ini sekaligus memfaktorkan karena tidak yakin pertemuan pemimpin Uni Eropa (UE) pekan ini bisa mencapai solusi krisis utang.

"Sedangkan untuk rupiah kami perkirakan masih stabil di kisaran antara Rp 9.490-Rp 9.510 per dollar AS pada hari ini," kata Lana.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau