Pilkada dki

Akhiri Polemik Video SARA, Segera!

Kompas.com - 24/08/2012, 14:28 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Semua pihak diminta mawas diri dan introspeksi dengan kembali kepada semangat empat pilar bernegara, yakni Pancasila, UUD 1945 , Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI. Dalam UUD 1945 telah ditegaskan tidak ada lagi kategori primordial dalam kewarganegaraan di Indonesia.

Karena itu, sangat ironis jika muncul video bernuasa suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) terkait Pilkada DKI Jakarta. Pasalnya, UUD 1945 telah menghapus kata "Indonesia Asli" sebagai syarat menjadi calon Presiden dan calon Wakil Presiden serta jabatan politik lainnya seperti kepala daerah.

"Maka marilah kita kembali kepada konstitusi, kepada semangat UUD 1945 . Akhiri polemik tentang video SARA itu dengan segera," kata Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Hadjriyanto Y Thohari melalui pesan singkat, Jumat (24/8/2012).

Hadjriyanto meminta kepada kedua pasangan yang bertarung di putaran kedua, yakni Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli dan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama berserta tim kampanye keduanya jangan terlalu bernafsu mengeksploitasi SARA dalam kampanye. Semua tim sukses, kata dia, juga jangan memanfaatkan video SARA itu untuk kepentingan ambisi politiknya demi kemenangan semata.

"Pengedar video SARA adalah salah. Tetapi mereka yang melakukan kapitalisasi terhadap peredaran video itu untuk kepentingan taktik politiknya juga lebih salah lagi. Sudahlah, hentikan peredaran video itu dan hentikan pula dramatisasi atas video itu," kata politisi Partai Golkar itu.

Seperti diberitakan, video bernuansa SARA diunggah ke dunia maya sejak pertengahan Agustus 2012 . Video berdurasi dua menit itu menyinggung golongan masyarakat tertentu disertai rekaman peristiwa kerusuhan 1998 . Akhirnya, Kamis malam, video telah dihapus karena kontennya melanggar persyaratan layanan Youtube.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau