Irjen Djoko Akan Kooperatif dengan KPK

Kompas.com - 24/08/2012, 15:01 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Inspektur Jenderal Djoko Susilo mengaku akan kooperatif jika dipanggil untuk pemeriksaan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal itu disampaikannya di sela-sela pemeriksaan sebagai saksi oleh penyidik tindak pidana korupsi Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, Jumat (24/8/2012).

"Akan kooperatif (dengan) pemanggilan KPK," kata Djoko setelah keluar dari gedung Bareskrim untuk menjalani shalat Jumat. "Masih proses hukum. Akan kooperatif. Masih dalam proses," lanjutnya.

Namun, ia bungkam saat ditanya mengenai tuduhan suap terhadap dirinya dalam kasus pengadaan simulator surat izin mengemudi (SIM) di Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri.

Djoko yang mengenakan pakaian safari abu-abu tiba di Gedung Bareskrim Polri pukul 08.55. Tampak hadir beberapa kuasa hukumnya, antara lain Dion Pongkor, Hero Anthony, dan Jan Situmorang.

Djoko ditetapkan tersangka oleh Komisi KPK pada 27 Juli 2012. Ia diduga menyalahgunakan kewenangannya sehingga menimbulkan kerugian negara atau menguntungkan orang lain. Kasus yang menimpa Djoko terjadi saat ia menjabat sebagai Kepala Korlantas Polri. Ia diduga menerima aliran dana miliaran rupiah dari pihak pemenang tender, yaitu Budi Susanto yang merupakan direktur Utama PT Citra Mandiri Metalindo Abadi (PT CMMA). Uang untuk Djoko diberikan Budi melalui Sukotjo S Bambang, Direktur Utama PT Inovasi Teknologi Indonesia (PT ITI) yang menjadi subkontraktor proyek tersebut. Budi dan Sukotjo juga telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau