Al Qaeda Irak Tak Bisa Disepelekan

Kompas.com - 24/08/2012, 15:59 WIB

BAGHDAD, KOMPAS.com - Kelompok Al Qaeda paling berpengaruh di Irak mengaku telah melakukan 43 serangan, terutama menyasar pasukan kemanan di Provinsi Anbar, Irak barat, Juni dan Juli lalu. Klaim itu dirilis forum Jihad, seperti diberitakan AFP pada hari Jumat (24/8/2012).            

Semua serangan itu, sebagian besar dalam bentuk pengeboman dan penembakan, konon dilakukan kelompok separatis Negara Islam Irak  (ISI). Target mereka adalah para tentara, polisi, dan milisi Sahwa yang menolak keberadaan Al Qaeda di negara itu.            

Puluhan serangan itu muncul setelah ISI bulan lalu mengumumkan niat mereka untuk mengambil kembali teritori yang telah ditinggalkan gara-gara pertumpahan darah sektarian Irak antara 2006 dan 2008. Padahal Al Qaeda Irak , kata pejabat setempat,  telah melemah.            

"Puncak kekuatan Al Qaeda Irak hanya berlangsung dua tahun, yakni pada tahun 2006 dan 2007," kata pejabat Irak. Setelah itu, kekuatannya telah melemah. Meski demikian, dalam berbagai serangan akhir-akhir ini Baghdad disadarkan kembali bahwa Al Qaeda sudah bertaring lagi, dan tidak dapat dianggap sepele.            

Lihat saja misalnya, serangan pada 23 Juli lalu yang menewaskan 113 orang di seluruh Irak. Itu adalah serangan mematikan sejak dua tahun lalu. Terkait serangan itu ISI, sayap Al Qaeda Irak, mengklaim sebagai pihak yang paling bertanggung jawab.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau