Berkah Pencari Besi di Lokasi Kebakaran

Kompas.com - 24/08/2012, 18:50 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Di tengah musibah kebakaran yang belakangan melanda Jakarta, khususnya di Tambora, Jakarta Barat, ternyata menbawa berkah bagi para pencari besi. Dari lokasi kebakaran, mereka bisa menghasilkan Rp 100 ribu per hari.

Hal ini diakui Ema (32), seorang pencari besi di wilayah Tambora, Jakarta Barat. Dalam sehari, dia mengaku bisa mendapatkan Rp 100 ribu dari lokasi kebakaran.

"Biasanya sehari dapat Rp 100 ribu jika ada kebakaran. Kalau nggak ada, paling Rp 30 hingga 50 ribu," kata Ema di Tanah Sereal, Tambora, Jakarta Barat, Jumat (24/8/2012).

Ema mengatakan, setiap ke lokasi kebakaran, dia hanya mencari paku-paku. Dia melakukan itu selalu bersama teman-temannya dari pinggir rel Jembatan Hitam, Jakarta Barat.

Ema pun tidak menampik jika lokasi kebakaran malah menjadi tambang emas, alis menambah rejeki bagi teman-teman pencari besi. Bahkan ada beberapa temannya yang bisa pulang kampung dengan adanya kebakaran di Pekojan dan krendang, Jakarta Barat.

"Kalau saya buat jajan anak dan makan sehari-hari saja sudah cukup," ujarnya.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau