Pulang Kampung, TKI Kendal Rekam Data e-KTP

Kompas.com - 24/08/2012, 20:18 WIB

KENDAL, KOMPAS.com -- Balik ke kampung halamannya, tenaga kerja wanita/Indonesia (TKW/TKI) Kendal Jawa Tengah, langsung disuruh melakukan rekam data e-KTP.

Menurut Kepala Disdukcapil Astuti Watiningrum, mulai H+2 Lebaran atau tanggal 21 Agustus kemarin, pihaknya telah mendatangi kecamatan-kecamatan untuk melakukan rekam data e-KTP kepada warga Kendal yang bekerja di luar kota atau luar negeri. Pasalnya, kesempatan seperti ini, kemungkinan terjadi hanya satu tahun sekali.

"Sebelumnya kami telah melakukan koordinasi dengan kepala desa dan kelurahan, supaya mendata warganya yang pulang berlebaran. Sebab mereka bekerja di luar Kendal," kata Astuti, Jumat (24/8/2012).

Astuti menjelaskan, pemudik yang telah melakukan rekam data e KTP sementara ini semuanya berjumlah 3.061 orang. Saat ini, pihaknya masih terus melakukan pendataan. Di antaranya di kecamatan-kecamatan yang banyak TKW-nya. Seperti Kecamatan Gemuh dan Ngampel.

"Jumlah itu tidak hanya TKW tapi juga warga yang bekerja di luar kota Kendal," akunya.

Astuti menambahkan, pihaknya telah mendapat data dari Dinas Tenaga Kerja, kalau ada sekitar 1.000 TKW/TKI Kendal yang pulang. Namun dirinya belum mendapat data pasti, sudah ada berapa TKW/TKI yang sudah melakukan perekaman data. Termasuk juga dengan warga Kendal yang bekerja di luar kota.

"Angka pasti berapa TKW/TKI yang sudah lakukan perekaman data, kami belum tahu," jelasnya.

Menurutnya, sampai sekarang ini perekaman data sudah mencapai 73,39 persen atau sekitar 569.892 wajib KTP. Angka ini hampir mencapai angka nasional sebanyak 776.504 orang. "Kalau jumlah wajib KTP di Kendal sendiri mencapai 830.130 orang," tambahnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau