Jakarta, Kompas -
Di Riau, pembuatan hujan buatan untuk mengamankan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII, 9 September 2012. Hujan buatan pada 12-16 Agustus lalu mampu menekan titik api.
”Setelah kami tinggal libur Lebaran, muncul lagi titik api di Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan. Besok (Sabtu) kami
Di Riau dan sekitarnya saat ini masih tersedia awan kumulonimbus sebagai syarat pembentukan hujan buatan. Pembasahan diintensifkan dengan bantuan
Pekan ini juga dikirimkan pesawat pembuat hujan buatan untuk mengisi Waduk Koto Panjang dan Singkarak, Sumatera Barat. Ini untuk menggerakkan turbin PLTA yang suplai listriknya dibutuhkan untuk PON.
Di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, beberapa hari ini kabut asap mulai muncul. Namun, belum diketahui sumber asap tersebut.
Komandan Tim Manggala Agni Wilayah III Banjar Zulkarnaen membenarkan munculnya kabut asap itu. Kabut asap terlihat di beberapa titik, terutama pada pagi hari, seperti di Kecamatan Gambut dan Landasan Ulin, Banjar.
”Benar bahwa kabut asap mulai terasa. Sejauh ini, kami masih mencari sumber asap. Kami sudah menghubungi petugas di beberapa titik, tetapi belum ada kepastian asal asap,” katanya.
Sementara itu, kebakaran belasan hektar lahan gambut terpantau di dua lokasi di Sungai Raya, Kalimantan Barat. Potensi kebakaran masih tinggi karena lahan gambut mudah terbakar saat kemarau. ”Pemadaman sulit karena sumber air di sekitar lokasi amat terbatas,” kata Budi, anggota pemadam kebakaran dari Yayasan Bhakti Raya.
Sejak 14 Agustus terpantau 1.129 titik api di Kalimantan Barat. Dari cek acak di lapangan, titik api berasal dari pembakaran lahan.