Partai Republik, Sedia Payung Sebelum Konvensi

Kompas.com - 26/08/2012, 03:17 WIB

Pada tahun yang hiruk-pikuk bagi politik Amerika Serikat, upaya Partai Republik untuk merebut kembali posisi puncak eksekutif dari Partai Demokrat tidak berjalan mudah. Meski selalu berusaha memusatkan diri pada isu ekonomi—kekuatan utama kandidat presiden Republik, Mitt Romney—sejumlah masalah terus mengganjal mereka.

Isu pertama yang digenjot kubu Demokrat adalah keengganan Romney, salah satu kandidat presiden AS terkaya dalam sejarah, untuk mengungkapkan data pengembalian pajak.

Belum lagi masalah itu reda, Republik kembali menjadi bulan-bulanan pekan lalu karena ulah Todd Akin. Anggota Kongres AS yang mencalonkan diri sebagai senator dari negara bagian Missouri itu menyebut istilah ”pemerkosaan yang dilegitimasi” (legitimated rape) dalam wawancara soal isu aborsi.

Komentar Akin yang kontroversial itu membuat kubu Republik seperti kebakaran janggut. Romney menyebut komentar Akin ”melecehkan, tak dapat dimaafkan, dan benar-benar keliru”. Para petinggi partai pun memaksa Akin mundur dengan ancaman menghentikan bantuan untuk kampanye.

Ancaman alam

Tantangan terakhir Republik sepuluh pekan jelang pemilihan umum tidak berasal dari kalangan internal atau kubu Demokrat, tetapi dari alam. Konvensi partai untuk menominasikan Romney secara resmi sebagai kandidat presiden AS di Tampa Bay, Florida, Senin (27/8), terancam kehadiran topan Isaac.

Badai tropis Isaac tengah menguat menjadi topan dan diprediksi mendarat di Florida selatan, tak jauh dari Tampa, tepat di awal konvensi yang berlangsung empat hari itu.

Mau tak mau, panitia konvensi pun memutar otak untuk memastikan hajatan besar itu berjalan sesuai rencana. Pasalnya, jika bertahan sebagai badai tropis dan tak mencapai daratan pun, Isaac tetap menghadirkan hujan deras, angin kencang, dan tornado di sekitar Tampa.

Partai Republik berkeras menggelar konvensi sesuai jadwal meski harus mengubah agenda. ”Kami tetap menggelar konvensi,” kata Ketua Komite Nasional Partai Republik (RNC) Reince Priebus kepada Reuters. Puncak acara—pidato penerimaan nominasi oleh Romney—tak akan terganggu karena dijadwalkan pada hari terakhir.

Panitia mengindikasikan akan ada perubahan agenda jika diperlukan. Sejumlah pembicara bisa digeser dan acara bisa dibatalkan jika cuaca memburuk dan membahayakan peserta. ”Kami punya rencana cadangan untuk menjamin keselamatan delegasi konvensi, tamu, dan masyarakat Tampa Bay,” kata juru bicara partai, James Davis.

RNC menyiapkan ponco, jas hujan, serta payung dalam jumlah besar. Semua berwarna merah, warna Partai Republik. Petugas juga mendirikan tenda kanvas untuk memayungi jalur pejalan kaki dari panas dan hujan di sekitar Tampa Bay Times Forum, lokasi konvensi.

Namun, tiupan angin bisa menjadi masalah. Setidaknya sebuah tenda ambruk dan hancur akibat hujan badai, pekan lalu.

Konvensi itu akan mendatangkan sekitar 50.000 orang dari seluruh negeri ke Tampa Bay, yang dihuni empat juta jiwa. Sebagian besar delegasi mengantisipasi buruknya cuaca yang akan menghambat penerbangan dengan tiba beberapa hari lebih awal.

Kekhawatiran terbesar adalah hujan deras yang dibawa badai Isaac akan menyebabkan banjir besar. Tanah Tampa Bay jenuh dengan air, kapasitas sungai dan danau juga penuh setelah kehadiran badai tropis Debby, Juni lalu. Angin puting beliung yang menyertai kehadiran Debby saat itu menyebabkan atap restoran terangkat, dan wilayah itu masih memulihkan diri.

Rick Danielson, pakar meteorologi dari Pusat Topan Nasional, mengatakan, ancaman Isaac ke Tampa masih sulit diprediksi. Kota itu bisa dilanda banjir, atau setidaknya angin kencang dan hujan deras. ”Kemungkinannya masih sangat luas,” ujar Danielson.

Sebagian aktivis Demokrat mengolok-olok Republik karena menyelenggarakan konvensi di Florida, wilayah yang kerap dilanda badai, saat musim badai tahunan mencapai puncaknya. Namun, badai tak selalu dapat diduga. Konvensi terakhir Partai Republik saat menominasikan John McCain tahun 2008 juga terganggu topan Gustav. Padahal, konvensi diselenggarakan di St Paul, Minnesota, yang ribuan kilometer jauhnya dari pusat badai.

Saat itu, Gustav menghantam pesisir Louisiana pada hari pertama konvensi. Republik—yang masih dibayangi kritik tajam atas ketidakmampuan pemerintahan Presiden George W Bush menangani topan Katrina yang menghancurkan Louisiana, tahun 2005—menunda konvensi sebagai penghormatan untuk korban topan Gustav.

Di sisi lain, ancaman badai Isaac juga meringankan beban Republik. Wakil Presiden Joe Biden, yang kembali dicalonkan untuk mendampingi Presiden Barack Obama, batal berkampanye di Tampa Bay, Senin.

Biden bisa mengalihkan fokus media dari konvensi Republik. Namun, tim kampanye Demokrat sadar kehadiran Wakil Presiden AS yang membutuhkan pengamanan penuh akan memecah perhatian petugas lokal saat mereka diharapkan siaga untuk mengantisipasi datangnya badai. (J Waskita Utama)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau