Disapu Angin Kencang, Dagangan Porak Poranda

Kompas.com - 26/08/2012, 05:38 WIB

POLEWALI MANDAR, KOMPAS.com - Angin kencang yang menyapu wilayah pesisir Pantai Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Sabtu petang (25/8/2012), menyebabkan aktivitas pedagang terhenti. Puluhan lapak pedagang menjadi porak-poranda diterjang angin. Kegiatan jual beli yang biasanya berakhir petang terpaksa ditutup lebih awal karena cuaca yang tidak bersahabat.

Awalnya, saat angin bertiup kencang, para pedagang sekedar berupaya menyelamatkan barang dagangan mereka. Sejumlah pedagang lainnya berupaya membenahi lapak dan tenda-tenda mereka agar tidak rusak diterjang angin. Namun karena angin bertiup makin kuat, sejumlah pedagang berupaya menahan tenda agar tidak roboh diterjang angin. Selanjutnya, mereka terpaksa menutup dagangan mereka lebih awal lantaran hembusan angin kian menjadi-jadi.

Mustakim, salah satu pedagang di Pasar Baru mengaku sudah tiga hari terakhir pasar tutup lebih awal karena angin kencang kerap menerjang lapak dan tenda-tenda para pedagang. "Daripada barang dagangan beterbangan disapu angin lebih baik usaha ditutup lebih awal," ujar Mustakim.

Sejumlah pedagang menutup barang dagangan dengan terpal dan ditindih batu agar tidak terbang saat diterjang angin. Lokasi pasar baru yang berbatasan langsung dengan bibir pantai membuat pasar di lokasi ini kerap disapu angin kencang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau