Pembunuhan

Mantan Istri Mau Nikah, Ivan Bunuh Anaknya

Kompas.com - 26/08/2012, 08:52 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com- Entah apa yang merasuki otak Ivan Reza Pahlevi (32) hingga tega membunuh anak kandungnya. Bocah berusia empat tahun itu tewas bersimbah darah dengan luka di leher kiri dan kanan.

Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Ciracas, AKP Jupriono mengungkapkan, Ivan membunuh putri bungsunya itu di salah satu ruang di rumahnya, di Jalan Raya PKP, Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur, Sabtu (25/8/2012), sekitar pukul 21.00 WIB.

"Ya benar, pelaku membunuh anak kandungnya sendiri, Kaysa Ivanna Salsabila (4), menggunakan sebilah celurit bergagang kayu di kamar tidur korban," ujarnya kepada Kompas.com, Sabtu malam.

Ironisnya, usai membunuh, ia memberitahu ibunya, Nurbaeti (61), tentang tindak kejinya tersebut. "Setelah melakukan aksinya, pelaku menghampiri ibu pelaku dan mengatakan telah membunuh anak kandung sendiri," ungkap Jupriono.

Menurut Jupriono, Ivan sempat mau melarikan diri, namun kakek korban, Edi Sughiyadi (70), sudah memanggil para tetangga. Sejumlah orang yang datang kemudian meringkus Ivan. Ia pun digelandang ke Kantor Kepolisian Sektor Ciracas untuk diperiksa.

Kawin Lagi

Jupriono mengatakan, Ivan melakukan tindakan keji itu lantaran marah setelah mengetahui mantan istrinya atau ibu Ivana, hendak menikah lagi. Perlu diketahui, Ivan bercerai dengan ibu Ivana dua tahun lalu.

Ivan sendiri telah menikah lagi dengan perempuan bernama Nur. Namun kehidupan rumah tangga keduanya rupanya tidak harmonis.

"Si pelaku marah, nggak terima (mantan) istrinya kawin lagi sama orang lain. Jadi pelaku melampiaskan kemarahannya itu kepada anaknya," lanjut Jupriono.

Kini, pelaku masih ditahan dan diperiksa intensif di Polsek Ciracas. Sementara jasad bocah malang tersebut dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Polsek Ciracas masih memeriksa sejumlah orang saksi, yakni Nurbaeti, Edi Sughiyadi, Arif Efendi dan putri pertama Ivan, Dita Chaerunisa.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau