Pilkada kalimantan barat

Kampanye Dibagi dalam Empat Zona

Kompas.com - 27/08/2012, 05:10 WIB

PONTIANAK, KOMPAS - Komisi Pemilihan Umum Kalimantan Barat membagi wilayah kampanye pemilu kepala daerah menjadi empat zona. Hal itu agar antar-pendukung calon kepala daerah tidak bertemu di satu wilayah saat berkampanye dengan metode rapat umum.

Menurut Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalbar AR Muzammil, Minggu (26/8), di Pontianak, pengaturan kampanye berbentuk rapat umum diharapkan bisa membuat suasana kondusif. ”Yang rumit pengaturannya adalah saat rapat umum atau pengerahan massa. Metode zonasi ini tidak memungkinkan terjadi pertemuan antar-pendukung calon di satu wilayah yang sama karena setiap pasangan calon berkampanye di zona yang ditentukan,” ujarnya. Semua kota dan kabupaten di Kalbar dimasukkan dalam keempat zona kampanye itu.

Kampanye berlangsung pada 3-16 September 2012. Setiap pasangan calon gubernur-wakil gubernur akan melakukan kampanye di satu zona selama tiga hari berturut-turut, baru pindah ke zona lain. Pemungutan suara dilaksanakan pada 20 September 2012. Pilkada Kalbar diikuti empat pasangan calon, yakni Cornelis-Christiandy Sanjaya (petahana), Armyn Alianyang-Fathan A Rasyid, Morkes Effendi-Burhanuddin A Rasyid, dan Abang Tambul Husin-Barnabas Simin.

Dosen Ilmu Politik dari Universitas Tanjungpura, Pontianak, Gusti Suriansyah, berharap masa kampanye benar-benar menjadi ajang komunikasi antara pasangan calon dan pemilihnya. ”Saat ini Kalbar menghadapi masalah dalam indeks pembangunan manusia. Calon semestinya mengomunikasikan kondisi ini kepada calon pemilih, sekaligus dengan menawarkan program prioritas yang akan dilakukan seandainya terpilih,” ujarnya.

Menurut Gusti, obral janji justru akan kontraproduktif. ”Calon akan kesulitan memenuhi janji yang diobral saat kampanye. Padahal, masyarakat bisa saja mencatat janji mereka. Program prioritas semestinya terukur pencapaiannya sehingga lebih mudah dipahami rakyat,” katanya.

Butuh dana Rp 150 miliar

Dari Kupang, Juru Bicara KPU Nusa Tenggara Timur (NTT) Djidon Dehan menuturkan, Pilkada NTT pada 2013 memerlukan dana Rp 150 miliar. Pada Oktober 2012, tahap pelaksanaan pilkada dimulai. Selain gubernur juga diadakan pilkada di Kabupaten Sikka, Sumba Barat Daya, Sumba Tengah, dan Nagekeo.

Pilkada NTT akan digelar pada 18 Maret 2013. Calon belum mulai muncul secara terbuka.

(aha/kor)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau