Polisi Amankan 8 Terduga Penyerang Warga Syiah

Kompas.com - 27/08/2012, 16:45 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com -- Hingga saat ini, polisi mengaku telah mengamankan 8 orang yang diduga terlibat aksi penyerangan kelompok Islam Syiah di Kabupaten Sampang. Mereka diamankan berikut barang bukti berupa senjata tajam dan bom ikan.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Hilman Thayib, Senin (27/8/2012) mengatakan, saat ini mereka tengah diperiksa oleh penyidik Polda Jatim di Mapolres Sampang. ''Dari mereka, kami juga ingin mengejar siapa provokator di balik aksi itu,'' katanya.

Hilman memastikan, ke-8 orang tersebut adalah kelompok penyerang di Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben, dan Desa Bluuran, Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang. Pihaknya belum menetapkan tersangka kepada 8 orang tersebut.

''Untuk sementara, para pemilik barang-barang tersebut dijerat dengan Undang-Undang Darurat nomor 12 Tahun 1955 tentang kepemilikan senjata tajam,'' jelasnya.

Sembari terus memburu pelaku, polisi kini juga meningkatkan pengamanan di sejumlah titik rawan, termasuk di lokasi pengungsian yang kini dihuni sekitar 210 orang. Selain membantu pengamanan, para petugas kata dia diproyeksikan untuk membantu distribusi kebutuhan hidup pengungsi.

Kelompok Islam Syiah di Dusun Nanggernang, Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, kembali diserang massa dari kelompok Sunni pada Minggu (26/8/2012). Penyerang tidak hanya melukai dan membunuh, tetapi juga membakar rumah-rumah pengikut Islam Syiah yang ada di dua desa, yakni di Desa Karang Gayam dan Desa Bluuran, Kecamatan Omben.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau