Kenapa Jerawat Tak Boleh Dipencet?

Kompas.com - 27/08/2012, 17:40 WIB

KOMPAS.com - Jerawat muncul dalam berbagai bentuk dan ukuran. Anda bisa menemukan yang berupa komedo, bintil-bintil atau benjolan merah, jerawat nasi (karena warnanya yang memutih), hingga jerawat batu. Apa pun bentuknya, jerawat pasti membuat Anda gemas untuk memencetnya. Namun, Jeanine B. Downie, MD, direktur Image Dermatology di Montclair, NJ, mengatakan bahwa memencet jerawat bukan solusi tepat untuk mengenyahkan jerawat.

Memencet jerawat tidak akan membuatnya hilang, dan justru malah memperparah kondisinya. Bukan hal yang aneh jika kemudian jerawat meninggalkan bekas luka, atau kulit Anda malah mengalami infeksi.

Penyebab jerawat sangat bervariasi, antara lain bisa dipicu oleh riwayat keluarga, hormon, dan stres. Pada dasarnya, jerawat itu sendiri diproduksi oleh sebum (minyak alami pada kulit) yang terjebak di bawah permukaan kulit. Jika sebum ini bercampur dengan sel-sel kulit mati dan membentuk sumbatan yang kita sebut komedo, atau bisa bereaksi dengan P. acnes, bakteria yang ditemukan di folikel rambut dan memicu peradangan.

Nah, ketika Anda memencet jerawat, artinya Anda memaksa kotoran tersebut keluar sehingga merobek kulit Anda. Saat Anda menekan area yang ditumbuhi jerawat, sebenarnya Anda sedang memindahkan kotoran dan bakteri dari jari tangan Anda ke wajah dan ke jerawat, sehingga malah membuatnya infeksi. Dari sini lah awal mula terjadi bekas-bekas jerawat yang sulit dihilangkan lagi.

Jika Anda memang ingin membersihkan wajah dari jerawat, ada baiknya Anda mengunjungi dokter kulit atau ahli dermatologi. Ada prosedur yang disebut ekstraksi, di mana mereka menggunakan alat khusus untuk membuka pori-pori yang tersumbat kotoran. Tekanan dilakukan dengan ringan untuk melepaskan komedo. Saat melakukan prosedur ini, mereka sudah mensterilkan peralatannya, mengenakan sarung tangan, membersihkan area yang berjerawat dengan alkohol. Jadi, kemungkinan infeksi diminimalkan.

Ketika berusaha mengatasi jerawat dengan berobat kepada dokter, seringkali Anda diminta menggunakan produk yang mengandung pengelupas kimiawi dan bahan antibakteri seperti asam salisilat, benzoyl peroxide, dan retinol. Selain itu Anda juga akan diberi obat-obatan resep, dan perawatan seperti pengelupasan glikolat, laser, atau perawatan ringan lain. Setelah itu, tentunya Anda harus rajin merawat kulit wajah untuk mencegah jerawat tumbuh kembali.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau