PAREPARE, KOMPAS.com -- Pungutan uang bangku oleh sekolah di Kota Parepare meresahkan sejumlah orang tua siswa, apalagi yang kurang mampu.
Anca, orang tua siswa yang akan mendaftarkan anaknya ke salah satu SMA di Parepare, mengaku dimintai uang bangku sebesar Rp 450 ribu. Uang sebesar itu bagi Anca yang hanya bekerja sebagai kuli bangunan sungguh memberatkan.
"Saya hanya seorang kuli. Kalau uang sebesar itu saya harus ambil dimana," keluhnya yang diamini beberapa orang tua siswa yang lainnya, Senin (27/8/2012).
Orang tua siswa lainnya, Ali mengatakan, menurut pihak sekolah uang bangku tersebut akan dipakai untuk membeli bangku, karena sekolah tidak mempunyai bangku yang cukup.
"Kalau mau anaknya sekolah, ya mesti harus mempunyai bangku, karena sekolah ini hanya memiliki gedung, tapi bangku tidak cukup," kata Ali menirukan ucapan salah satu kepala sekolah.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Parepare Drs Mustafa Mappangara mengaku geram mendengar adanya sekolah yang masih memungut uang bangku.
"Kita akan tegur oknum kepala sekolah yang pungli uang bangku. Kalau perlu kita akan memikirkan nasibnya ke depan, asal jika itu (pungli, red) terbukti," tandas Mustafa.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang