Pungutan Uang Bangku di Parepare Resahkan Orang Tua

Kompas.com - 27/08/2012, 19:56 WIB

PAREPARE, KOMPAS.com -- Pungutan uang bangku oleh sekolah di Kota Parepare meresahkan sejumlah orang tua siswa, apalagi yang kurang mampu.

Anca, orang tua siswa yang akan mendaftarkan anaknya ke salah satu SMA di Parepare, mengaku dimintai uang bangku sebesar Rp 450 ribu. Uang sebesar itu bagi Anca yang hanya bekerja sebagai kuli bangunan sungguh memberatkan.

"Saya hanya seorang kuli. Kalau uang sebesar itu saya harus ambil dimana," keluhnya yang diamini beberapa orang tua siswa yang lainnya, Senin (27/8/2012).

Orang tua siswa lainnya, Ali mengatakan, menurut pihak sekolah uang bangku tersebut akan dipakai untuk membeli bangku, karena sekolah tidak mempunyai bangku yang cukup.

"Kalau mau anaknya sekolah, ya mesti harus mempunyai bangku, karena sekolah ini hanya memiliki gedung, tapi bangku tidak cukup," kata Ali menirukan ucapan salah satu kepala sekolah.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Parepare Drs Mustafa Mappangara mengaku geram mendengar adanya sekolah yang masih memungut uang bangku.

"Kita akan tegur oknum kepala sekolah yang pungli uang bangku. Kalau perlu kita akan memikirkan nasibnya ke depan, asal jika itu (pungli, red) terbukti," tandas Mustafa.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau