Arus mudik

Kantuk Jadi Biang Kecelakaan di Jabar

Kompas.com - 27/08/2012, 22:12 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com - Pengemudi yang mengantuk menjadi penyebab dominan dari kecelakaan yang terjadi selama arus mudik lebaran 2012 di Jawa Barat. Dari 319 kasus kecelakaan yang terjadi dari 10-26 Agustus, pengemudi mengantuk menjadi penyebab yang paling banyak berhasil diidentifikasi.

Demikian hasil dari laporan yang dikeluarkan Bidang Humas Polda Jawa Barat terkait evaluasi Operasi Ketupat Lodaya 2012, Senin (27/8/2012). Dari kecelakaan sebanyak itu, 63 orang meninggal dunia dan 122 orang luka berat.

Dari kecelakaan yang ditangani kepolisian, 75 kasus disebabkan oleh pengemudi yang mengantuk, diikuti 53 kasus gara-gara jalan tidak layak, 41 kasus karena mengebut, 24 kendaraan karena kelaikan kendaraan, 8 kasus karena menggunakan ponsel, dan dua kasus karena faktor alam. Jumlah itu ditambah dengan 116 penyebab lainnya yang tidak disebutkan pasti oleh laporan.

Sebelumnya, Wakapolda Jabar Brigadir Jenderal Hengkie Kaluara, menerangkan bahwa kecelakaan yang melibatkan sepeda motor paling banyak terjadi di Jawa Barat. Dia meminta agar kelaikan jalan maupun kondisi fisik pengemudi diperhatikan sebelum menjalani perjalanan mudik maupun balik.

Jalur selatan disebut dalam laporan itu sebagai jalur yang memiliki lokasi rawan kecelakaan paling banyak dibandingkan jalur utara maupun jalur tengah dengan keberadaan 85 titik. Selama Operasi Ketupat Lodaya, terjadi sebanyak 141 kasus kecelakaan di jalur selatan dengan korban meninggal mencapai 30 orang, 48 korban luka berat, dan 140 korban luka ringan. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau