Dekati Golkar, Kapolda Metro Jaya Incar Pilgub Jatim

Kompas.com - 28/08/2012, 12:35 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com — Kepala Polda Metro Jaya Irjen (Pol) Untung Suharsono Radjab mulai melakukan pendekatan kepada partai untuk mencari kendaraan merebut posisi gubernur Jawa Timur. Dia memilih Partai Golkar sebagai partai yang dipercaya mampu merealisasikan keinginan politiknya itu.

Ketua DPD Partai Golkar Martono mengakui bahwa jenderal bintang dua itu sudah bertemu dengannya dan menyampaikan keinginan politiknya. ''Secara politik, beliau sudah menyampaikan keinginannya; dan sebagai warga yang memiliki hak politik yang sama, kami menerima dan menampung keinginannya,'' katanya, Selasa (28/8/2012).

Namun sesuai mekanisme yang berlaku di Partai Golkar, calon yang maju harus melalui konvensi. Pihaknya juga membentuk tim yang bertugas mencari nama-nama calon gubernur dengan bantuan lembaga survei. Selain nama Untung S Radjab, nama yang masuk di daftar tim adalah petahana Gubernur Soekarwo, dan Ketua Umum Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa.

Untung S Radjab yang pernah menjabat sebagai Kepala Polda Jawa Timur ini akan memasuki masa pensiun pada Oktober mendatang. Pekan lalu, dalam sebuah acara halalbihalal di Surabaya, pejabat polisi asli Jawa Timur itu juga menyampaikan keinginannya untuk maju pada Pemilihan Gubernur Jawa Timur (Pilgub Jatim) tahun depan.

Komisi Pemilihan Umum Jatim memastikan, Pilgub Jatim akan digelar pada 29 Agustus 2013. Pilgub rencananya digelar serempak dengan pemilihan wali kota di empat kota, yakni Kota Probolinggo, Kota Kediri, Kota Mojokerto, Kota Madiun. Langkah menggelar pilgub dan empat pemilihan wali kota serempak dilakukan karena masa jabatan mereka habis dalam waktu yang beriringan. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau