Rois Diyakini Jadi Tersangka Kasus Sampang

Kompas.com - 28/08/2012, 17:25 WIB

SAMPANG, KOMPAS.com - Satu tersangka yang sudah ditetapkan oleh Polisi pada peristiwa kerusuhan pengikut Syiah dengan warga yang mengaku pengikut Sunni, di Desa Karang Gayam dan Desa Bluuran, Kabupaten Sampang pada Ahad (25/8/2012) kemarin, berinisal 'R'.

Iklil, kakak kandung Tajul Muluk, pimpinan Syiah Sampang yang sudah ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Sampang meyakini R sebagai Roisul Hukama. Iklil juga adalah kakak kandung Roisul Hukama. Mereka seluruhnya delapan bersaudara, Iklil adalah putra sulung, Tajul anak ke dua, dan Roisul anak ketiga. Di bawah mereka masih ada Fatima, Ummu Hanik, Budur, Ummu Kulsum, dan Ahmad.

Menurut Iklil, ditetapkannya Rois -demikian ia biasa disapa- sebagai tersangka, diharapkan bisa diproses sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Sebab, Iklil meyakini tindakan adik kandungnya itu, sudah bertentangan dengan hukum. "Terlepas dia adalah saudara saya, Polisi harus tetap bersikap tegas untuk mengadili Rois," katanya, Selasa (28/8/2012) saat ditemui di lokasi pengungsian.

Ditambahkan Iklil, jika Rois tidak diberi sanksi tegas maka sama saja aparat membenarkan tindakan adiknya itu. "Nanti dia bisa saja melakukan hal serupa yang sudah merugikan orang banyak," ungkap Iklil.

Diakui Iklil, Rois adalah sosok adik yang keras kepala di antara saudara-saudaranya. Waktu Rois masih berusia 12 tahun, ke mana-mana sudah sering membawa celurit. Saat ditegur, Rois selalu marah. "Kalau Rois sudah punya kemauan, siapapun tidak bisa melarangnya. Termasuk bapak dan ibu sendiri," kenangnya.

Kerasnya sikap Rois juga terlihat saat ibunya, Ummah (26) menjadi korban kerusuhan Minggu kemarin. "Ibu sedang dirawat di rumah sakit, tapi dia tidak datang menyambangi walau sebentar," ucapnya.

Sementara ini, Polisi masih terus mengembangkan kasus ini. Tujuh orang sudah menjalani pemeriksaan di Mapolres Sampang. Belum ada tersangka baru dari hasil pemeriksaan tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau