Ruuk diy

Sultan Siap Lepaskan Keanggotaan Parpol

Kompas.com - 29/08/2012, 09:30 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Sri Sultan Hamengku Buwono X siap melepaskan diri dari keanggotaan partai politik. Ini adalah komitmen Sultan dalam mematuhi ketentuan Pasal 16 Ayat (1) Huruf n Rancangan Undang-Undang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta, yakni gubernur dan wakil gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta tidak boleh menjadi anggota partai politik.            

"Parpol-parpol (fraksi-fraksi) memang mengajukan syarat itu. Kalau ketentuan itu memang dimuat dalam undang-undang ya mestinya dipatuhi," kata Sultan, Selasa (28/8/2012) di Pendapa Kepatihan, Yogyakarta.            

Dalam rangka pengunduran ini, Sultan akan mengembalikan kartu tanda anggota parpol. Akan tetapi, Sultan masih menunggu momentum yang tepat. Adapun saat ini Sultan masih tercatat sebagai anggota atau kader Partai Golkar. Gubernur DI Yogyakarta ini sudah malang melintang berpolitik di partai berlambang pohon beringin ini sejak era Orde Baru. 

Anggota Tim Asistensi RUUK DI Yogyakarta, Achiel Suyanto, menambahkan, syarat bahwa gubernur dan wakil gubernur tidak boleh menjadi anggota parpol hanya ada di DI Yogyakarta. Di daerah lain, baik gubernur maupun bupati masih diperbolehkan bergabung sebagai anggota parpol.            

"Meski Sultan tidak berpolitik (menjadi anggota parpol), Sultan tetap memiliki hak politik, baik untuk memilih maupun dipilih, misalnya sebagai presiden," kata dia.

Kerabat Keraton Yogyakarta Gusti Bendara Pangeran Haryo (GBPH) Prabukusumo menambahkan, masalah Sultan dan Paku Alam tidak boleh berpolitik perlu dipertanyakan kepada parpol-parpol yang mengusulkan. Sebab, dalam UUD 1945 disebutkan setiap warga negara memiliki hak memilih dan dipilih. Artinya, seseorang boleh berpolitik.           

"Parpol-parpol sebenarnya tak perlu risau. Tanpa adanya aturan ini, secara otomatis Ngarso Dalem (Sultan) maupun Paku Alam tidak akan berpihak pada salah satu politik. Apalagi keduanya menjabat sebagai gubernur dan wakil gubernur," ujarnya.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau