Butuh 6 Cangkir Kopi Sehari untuk Cegah Kanker?

Kompas.com - 29/08/2012, 16:51 WIB

KOMPAS.com - Bicara soal kopi, sebagian orang beranggapan minuman yang satu ini banyak sekali manfaatnya. Namun, sebagian lainnya menganggap kebiasaan ini buruk, karena di dalamnya terkandung kafein yang merupakan jenis zat psikoaktif.

Namun, sebuah penelitian baru-baru ini mengindikasikan, menenggak beberapa cangkir kopi setiap hari dapat mengurangi risiko kanker usus. Penelitian yang digawangi US National Cancer Institute di Rockville Maryland  Amerika Serikat ini melibatkan hampir 490.000 peserta pria dan wanita.

Para responden ini dibagi, mereka yang meminum empat cangkir kopi sehari mengalami penurunan resiko kanker sekitar 15 persen. Responden yang meminum enam atau lebih cangkir kopi bisa lebih kecil risikonya. Mereka mengalami penurunan sampai 40 persen. Sedangkan untuk para peminum teh, resiko penurunan ini tidak tampak.

Selain mencobakan jumlah takaran minuman kopi, para peneliti juga menganalisis pola makan dan kebiasaan minum kopi. Peneliti membandingkan risiko kanker usus antara peminum kopi dan non peminum.

Studi yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition ini menunjukkan manfaat terbesar sangat signifikan ketika konsumsi kopi sampai setengah lusin cangkir dalam sehari.

Dr. Euan Paul, Direktur Eksekutif Asosiasi Kopi Inggris mengatakan, temuan ini sangat menggembirakan. Di Inggris, kanker usus sangat mengkhawatirkan. Lebih dari 40.000 pria dan wanita didiagnosa kanker usus setiap tahunnya. Kanker usus diperkirakan terjadi karena diet ketat daging merah dan lemak serta kurang olahraga.

Meski demikian, bagi wanita hamil harus menghindari konsumsi kafein karena dapat menyebabkan komplikasi pada janin. Asupan kafein dari semua sumber makanan dan minuman dapat meningkatkan risiko keguguran.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau