Menurut Ketua Dewan Pengawas dan Pengarah PON XVIII, Inugroho, Rabu (29/8), di Pekanbaru, Riau, simulasi gabungan untuk persiapan kedatangan kontingen tersebut harus digelar paling lambat pekan depan. Panitia yang dilibatkan dalam simulasi gabungan adalah bidang transportasi, akomodasi, dan akreditasi.
”Bidang transportasi melakukan simulasi perjalanan dari bandara ke hotel, bidang akomodasi melakukan simulasi menyambut kontingen di hotel, dan bidang akreditasi bersimulasi mengakreditasi kontingen yang tiba di bandara,” kata Inugroho.
Ia menambahkan, simulasi gabungan bertujuan agar proses kedatangan kontingen lancar. Setiba di Riau, akomodasi dan transportasi untuk kontingen akan dibagi sesuai cabang masing-masing, bukan dibagi sesuai daerah. ”Kontingen yang datang H-3 sampai H+2 (sebelum dan sesudah 9 September 2012) menjadi tanggung jawab panitia, tapi di luar tanggal itu menjadi tanggung jawab sendiri-sendiri,” kata Inugroho.
Data dari Sekretariat Bidang Akreditasi PON Riau, jumlah atlet PON Riau yang telah terakreditasi, hingga Rabu sebanyak 7.014 orang dan ofisial 2.705 orang. Jumlah wartawan yang telah terakreditasi 1.221 orang dan tamu 2.312 orang.
Koordinator pendaftaran peserta PON XVIII, Novriyenni, mengatakan, proses akreditasi atlet, ofisial, dan wartawan akan berakhir pada H-3 sebelum 9 September 2012. Jumlah atlet yang terakreditasi masih mungkin berubah karena ada pergantian atlet. Proses pencetakan kartu identitas PON untuk atlet, ofisial, wartawan, dan tamu masih berlangsung. Kartu identitas dilengkapi kode balok (bar code) yang hanya bisa dibaca dengan alat pemindai.
Persiapan menyambut kedatangan kontingen sudah tampak di Bandar Udara Sultan Syarif Kasim, Pekanbaru, kemarin. Tiga tenda besar didirikan di samping pintu keluar bandara untuk akreditasi kontingen termasuk untuk pos kesehatan dan tempat istirahat.
Pada Rabu, para pendukung upacara pembukaan PON XVIII giat berlatih untuk persiapan acara yang akan berlangsung 11 September 2012 malam di Stadion Utama Universitas Riau, Pekanbaru. Jumlah pendukung upacara pembukaan sebanyak 5.000 orang. Ketua tim pengawas dan pengarah upacara pembukaan PON, Dasril Anwar, mengutarakan, latihan digelar setiap hari dan akan ditutup dengan geladi bersih, 9 September.
Dasril mengungkapkan, kostum yang dipakai 5.000 pendukung upacara pembukaan masih dikerjakan. Menurut Dasril, pembuatan kostum untuk pendukung upacara pembukaan mencapai 30 persen (sekitar 1.500 potong) dari total kebutuhan 5.000 potong, namun Dasril optimistis pembuatan kostum selesai sehingga bisa dipakai pada geladi bersih. Kostum terdiri atas berbagai bahan dan desain, antara lain peserta senam massal berseragam olahraga, dan peserta gelar budaya memakai pakaian tradisional Riau.
Dari Surabaya dilaporkan, kontingen Jawa Timur bertekad merebut minimal 133 medali emas dan kembali menjadi juara umum dalam PON Riau 2012. Berbagai persiapan pun sudah selesai dilakukan.
”Jatim sekarang ini tinggal berangkat dan berperang saja,” kata Pelaksana Tugas Ketua Umum KONI Jatim Erlangga Satriagung, usai briefing di hadapan sejumlah atlet Jatim peserta PON, Rabu (29/8), di Surabaya, Jatim. Hadir Gubernur Jatim Soekarwo.
Soekarwo mengatakan, secara teknis atlet Jatim lebih unggul dibandingkan daerah lainnya. Pesaing berat Jawa Timur antara lain DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Riau. ”Tapi jangan takut, DKI Jakarta dan Jawa Barat sedang sibuk mempersiapkan pilkada,” katanya.
Dalam PON tahun ini, Soekarwo juga memerintahkan masing-masing satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkungan Pemprov Jatim untuk ikut mendukung para atlet. Atlet Jawa Timur pun harus percaya diri karena ada perhatian khusus ini. ”Dukungan dari SKPD itu lebih berupa memberi semangat dan pendamping atlet,” katanya.
Pada PON Kalimantan Timur 2008, Jawa Timur menjadi juara umum dengan perolehan 139 medali emas, 113 perak, dan 111 perunggu. Untuk PON 2012, Jatim menurunkan 577 atlet di 39 cabang olahraga dan 602 nomor. Cabang yang menjadi andalan antara lain panahan, panjat tebing, tenis meja, renang, dan selam.
Erlangga menambahkan, kans Jawa Timur untuk menjadi juara umum masih sangat besar. ”Atlet Jawa Timur diharapkan bisa berusaha maksimal, bukan karena mengejar bonus Rp 150 juta jika menyumbang emas, juga bukan karena bonus tambahan Rp 750 juta, jika ada satu cabang yang menyapu bersih emas,” ujarnya.