Berikut Kronologi Bentrok Kelompok Kei-Herkules

Kompas.com - 30/08/2012, 07:14 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Aksi bentrokan antara kelompok Kei dan kelompok Herkules terjadi di sebuah lahan kosong di samping Kompleks Taman Palem Lestari, Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (29/8/2012) siang. Bentrokan diduga terjadi karena perebutan lahan kosong milik Sabar Ganda.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto menuturkan, perseteruan kedua kelompok itu mulai terjadi pada pukul 11.30 WIB. "Saat itu ada pengambilalihan penguasaan tanah di lahan tanah Sabar Ganda dari kelompok Herkules oleh kelompok John Kei," ujar Rikwanto, Rabu malam.

Dia menjelaskan, pada jam tersebut sekitar 100 orang kelompok John Kei ke lokasi tanah milik PT Sabar Ganda yang selama ini dijaga oleh 10 orang kelompok Herkules. Pada saat itu, semua kelompok Herkules disuruh keluar dari lokasi sehingga terjadi tawuran kedua belah pihak, tetapi segera dihalau oleh anggota Polsek Cengkareng. Kondisi saat itu, kelompok John Kei sudah menguasai lokasi, sedangkan kelompok Herkules terusir dari lokasi tetapi berusaha menghimpun kekuatan yang berada di luar pagar.

Pada pukul 12.30 WIB, Martin, selaku kuasa hukum kelompok Herkules, datang ke lokasi dan langsung berbicara dengan Patrialis, selaku pimpinan dari kelompok John Kei, dengan didampingi Waka Polsek Cengkareng dan Danramil Cengkareng. "Pada saat itu kedua belah pihak sepakat dan bersedia mengosongkan lahan serta diselesaikan secara hukum atau lahan dalam status Quo," kata Rikwanto.

Pada pukul 13.00, kedua kelompok kembali tawuran, tetapi berhasil dilokalisasi oleh personel polres dan polsek. Penyerangan terjadi lagi pada pukul 13.30 oleh kelompok Herkules yang ada di luar pagar terhadap kelompok John Kei yang masih berada di dalam lokasi. Lalu pada pukul 13.30, Kapolres Jakarta Barat memerintahkan kepada anggota berseragam untuk melakukan penangkapan kepada kelompok yang berada di luar pagar dan membawa senjata tajam.

Setelah itu, pukul 13.45, Kapolres memerintahkan kelompok John Kei keluar lahan yang diperebutkan dan menjamin obyek yang diperebutkan dalam status quo. Lima menit kemudian,  kelompok John Kei keluar dengan menaiki mobil mengarah ke Kompleks Taman Palem Lestari dengan melawan arah arus lalu lintas.

Pada pukul 14.00, Herkules tiba di lokasi kejadian. "Dia (Herkules) memaksa untuk tetap menguasai lokasi, tetapi tetap dijelaskan oleh Kapolres bahwa obyek dalam status quo," ujar Rikwanto.

Bersama sekitar 10 orang pengikutnya, Herkules tetap berada di lokasi sengketa. Berselang 10 menit kemudian, Kapolres dengan tegas memerintahkan Herkules keluar obyek yang disengketakan. Dengan bantuan Sabhara Polda Metro Jaya sejumlah 1 peleton, petugas mendorong kelompok Herkules ke arah Pintu Air Jalan Kamal Raya. Setelah itu, pada pukul 14.20 polisi menyita berbagai jenis senjata tajam dari kelompok Herkules di seputar lokasi Ruko Seribu, Taman Palem, Cengkareng.

Pukul 16.00, polisi melakukan penggeledahan dan penyitaan berbagai jenis senjata tajam terhadap kelompok John Kei di depan kantor Kecamatan Cengkareng. "Dalam penggeledahan ini terjadi insiden penembakan terhadap dua orang korban," ucap Rikwanto.

Dua korban tembak, yakni Semi Binggo dan Lajuma Maswatu, akhirnya meninggal dunia. Semi Binggo meninggal dunia akibat luka tembak pada bagian kepala belakang tembus pelipis sebelah kiri. Sementara Lajuma Maswatu mengalami luka tembak pada bagian dada belakang tembus dada depan sebelah kanan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau