Palopo

Cemburu, Dua Wanita PNS Berkelahi

Kompas.com - 30/08/2012, 11:50 WIB

PALOPO, KOMPAS.com - Terbakar api cemburu, dua wanita oknum Pegawai Negeri Sipil di Kota Palopo, Sulawesi Selatan, terlibat aksi perkelahian. Me (45) pegawai Rumah Sakit Umum Daerah Kota Palopo, dan Sr (35) pegawai staf di salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA), terlibat aksi perkelahian, Rabu kemarin (29/8/2012).

Peristiwa perkelahian ini bermula saat Me, mendatangi Sr di sekolah tempat Rs bekerja, di Jalan Imam Bonjol, Kota Palopo. Me kemudian menumpahkan kekesalannya dengan menyerang Sr.  Sr pun lantas meyerang.balik. Perkelahian antara kedua perempuan yang berstatus ibu rumah tangga dan janda tiga anak itu pun tak terelakkan.

Keduanya lalu digelandang ke kantor Polres Palopo. Di hadapan polisi Me mengaku mendatangi Sr karena diduga mempunyai hubungan gelap dengan suaminya yang juga guru di salah satu SMK. Menurut Me, hubungan perselingkuhan keduanya telah berlangsung lama.

Sr menanggapinya. Ia mengatakan rumor yang beredar itu hanya gosip. Jikapun suami Me sering berkunjung kerumahnya, hal tersebut hanya sebatas bertamu.

Kasat Reskrim Polres Palopo, Ajun Komisari Polisi Amos Bija, pun meyakini perkelahian kedua ibu tersebut karena munculnya rasa cemburu. "Sementara perempuan Sr kita amankan sembari menunggu kedatangan suami Me guna diambil keterangannya terkait laporan perselingkuhan," ungkap Amos. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau