HANOI, KOMPAS.com - Vietnam, negara yang pernah tercabik-cabik karena perang berkepanjangan dengan Perancis, terutama dengan Amerika Serikat, kini menjadi salah satu negara mencengangkan di dunia. Dari negara dengan pendapatan per kapita di bawah 200 dollar AS a pada pasca perang 1975, menjadi negara dengan kemajuan ekonomi yang memukau.
Pendapatan per kapita Vietnam mendekati 3.000 dollar AS. Pertumbuhan ekonomi pernah mencapai hampir sembilan persen. Ia hanya kalah dari China yang selama dua dekade mencapai lebih tiga belas persen. Inilah yang membuat Vietnam mempunyai wajah baru yang amat mencengangkan.
Kini Vietnam mulai masuk ke wilayah industri. Industri semen tumbuh pesat, begitu pula mainan anak-anak, tekstil, pariwisata. Tambang batu bara dan minyak bumi tengah digalakkan.
Pertanian, yang menjadi basis ekonomi Vietnam selama ribuan tahun, masih dikembangkan dengan baik. Ekspor beras Vietnam terutama dikirim ke Indonesia. Dan Indonesia sendiri kini tampaknya lebih berkonsentrasi pada impor beras asal Vietnam dibanding beras Thailand.
Kalau ingin melihat hebatnya pertanian (beras) Vietnam, cobalah naik mobil ke luar kota Saigon (Ho Chi Minh City), misalnya ke Danang. Atau sebutlah dari Hanoi ke Danang, La Vang, atau Ha Long (160 km), yang tampak hanyalah hamparan sawah yang amat luas. Sejauh mata memandang, yang tampak hanyalah bentangan sawah hijau. Mirip permadani raksasa yang dibentangkan dari kaki langit ke kaki langit lainnya.
Duta Besar RI untuk Vietnam Mayerfas yang ditemui di ruang kerjanya hari Rabu (29/8/2012) di Hanoi menyatakan, Vietnam memang mempunyai infrastruktur pertanian yang baik. Rakyatnya memiliki skill bertani yang tinggi. Itu salah satu sebab Indonesia memutuskan mengimpor beras Vietnam. Selain beras, Vietnam adalah penghasil buah yang amat beragam.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang