Inilah Wajah Baru Vietnam

Kompas.com - 30/08/2012, 12:25 WIB

HANOI, KOMPAS.com - Vietnam, negara yang pernah tercabik-cabik karena perang berkepanjangan dengan Perancis, terutama dengan Amerika Serikat, kini menjadi salah satu negara mencengangkan di dunia. Dari negara dengan pendapatan per kapita di bawah 200 dollar AS a pada pasca perang 1975, menjadi negara dengan kemajuan ekonomi yang memukau.

 

Pendapatan per kapita Vietnam mendekati 3.000 dollar AS. Pertumbuhan ekonomi pernah mencapai hampir sembilan persen. Ia hanya kalah dari China yang selama dua dekade mencapai lebih tiga belas persen. Inilah yang membuat Vietnam mempunyai wajah baru yang amat mencengangkan.

 

Kini Vietnam mulai masuk ke wilayah industri. Industri semen tumbuh pesat, begitu pula mainan anak-anak, tekstil, pariwisata. Tambang batu bara dan minyak bumi tengah digalakkan.

 

Pertanian, yang menjadi basis ekonomi Vietnam selama ribuan tahun, masih dikembangkan dengan baik. Ekspor beras Vietnam terutama dikirim ke Indonesia. Dan Indonesia sendiri kini tampaknya lebih berkonsentrasi pada impor beras asal Vietnam dibanding beras Thailand.

 

Kalau ingin melihat hebatnya pertanian (beras) Vietnam, cobalah naik mobil ke luar kota Saigon (Ho Chi Minh City), misalnya ke Danang. Atau sebutlah dari Hanoi ke Danang, La Vang, atau Ha Long (160 km), yang tampak hanyalah hamparan sawah yang amat luas. Sejauh mata memandang, yang tampak hanyalah bentangan sawah hijau. Mirip permadani raksasa yang dibentangkan dari kaki langit ke kaki langit lainnya.

 

Duta Besar RI untuk Vietnam Mayerfas yang ditemui di ruang kerjanya hari Rabu (29/8/2012) di Hanoi menyatakan, Vietnam memang mempunyai infrastruktur pertanian yang baik. Rakyatnya memiliki skill bertani yang tinggi. Itu salah satu sebab Indonesia memutuskan mengimpor beras Vietnam. Selain beras, Vietnam adalah penghasil buah yang amat beragam.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau