Panwaslu DKI Usul Foto Cagub Dipasang di Kantor Pemerintahan

Kompas.com - 30/08/2012, 22:10 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pada putaran kedua Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2012 ini, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) DKI Jakarta meminta pada Pemerintah Provinsi DKI agar di setiap kantor instansi pemerintahan memasang foto kedua pasangan calon.

Ketua Panwaslu DKI Jakarta Ramdansyah mengatakan, agar warga Jakarta dapat mengenal calon pemimpinnya dengan baik, maka sebaiknya kantor instansi pemerintahan yang merupakan fasilitas publik dapat dimanfaatkan untuk sosialisasi.

"Kami sudah mengirimkan surat ke pemerintah dengan tembusan ke KPU dan tim sukses pasangan calon," kata Ramdansyah di Kantor KPU DKI Jakarta, Jalan Budi Kemulyaan, Jakarta, Kamis (30/8/2012).

Ia mengungkapkan bahwa gambar dan identitas pasangan calon ini sebaiknya dipasang di 267 kantor kelurahan, 44 kantor kecamatan, dan lima kantor wali kota. Sehingga warga dapat langsung membaca dan melihat sendiri siapa calon pemimpinnya nanti.

"Visi misinya juga dicantumkan di situ. Semestinya kantor pemerintahan ini tidak masalah melakukan ini karena mereka kan netral," ujar Ramdansyah.

Terobosan yang diambil ini juga merupakan langkah untuk menekan angka golput pada putaran kedua ini. Tidak hanya itu, ia juga berharap dengan cara ini maka warga dapat tersosialisasi dengan baik sehingga tidak mudah terpengaruh dengan berbagai isu yang merebak.

"Nomor urut yang tidak berubah, warga juga harus tahu. Ini juga untuk mengimbangi karena kampanye putaran kedua hanya tiga hari saja," tandasnya.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau