Buntut Penggerebekan Bandar Narkoba, Oknum Lapas Terjaring

Kompas.com - 31/08/2012, 02:12 WIB

MEDAN, KOMPAS.com - Agus Admaja (38), yang sehari-hari bekerja di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Tanjung Gusta Medan, terjaring saat penggerebekan di rumah bandar narkoba Icang, Kamis (30/8/2012).

Menurut pengakuannya, dirinya berada di lokasi untuk menemui temannya yang berada di rumah pelaku. "Aku tak ada ngapa-ngapain di sini, bang," kilah Agus saat diapit petugas.

Namun pengakuannya berbeda ketika diintrogasi. Agus mengaku empat bulan lalu pernah menjadi tangkapan Direktorat Narkoba Polda Sumut dengan kasus narkoba. "Aku sudah bebas, aku direhabilitasi," ucapnya.

Polisi yang tak mau terkecoh dengan penjelasannya, tetap membawa Agus ke Mapoldasu bersama enam tersangka lainnya beserta barang bukti yang berhasil disita.

Dir Narkoba Poldasu Kombes Pol Andjar Dewanto belum bisa menyebutkan nama tersangka lainnya saat dimintai keterangan.

Seperti pemberitaan sebelumnya, penggerebekan dilakukan berdasarkan informasi yang didapat Direktorat Narkoba Polda Sumut dan Sat Reserse Narkoba Polresta Medan, bahwa di rumah pelaku Icang, di kawasan Jalan Sering Lingkungan VIII, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Medan Tembung, sedang terjadi transaksi narkoba.

Dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) polisi berhasil mengamankan tujuh pria yang diduga sedang melakukan transaksi dan barang bukti berupa daun ganja kering seberat 200 gram, alat pembuat obat-obatan, satu unit sepeda motor, satu unit mobil, senjata tradisional berjenis tulup, dan samurai.

Penggerebekan yang dibantu Brimob Poldasu ini sempat mendapat perlawanan masyarakat karena Icang yang menjadi target megetahui kedatangan polisi dan berhasil melarikan diri sambil meneriaki polisi sebagai maling. Tujuh orang yang berada di dalam rumah juga sempat melakukan perlawanan, namun berhasil dilumpuhkan. Seorang wartawan yang meliput dilokasi menjadi korban amuk massa hingga mengalami luka di bagian kepala. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau