Yuk, Lihat Balapan Perahu Tradisional Mandar

Kompas.com - 31/08/2012, 10:59 WIB

MAMUJU, KOMPAS.com - Lomba perahu tradisional Mandar "Sandeq Race" 2012 kembali digelar 31 Agustus- 6 September 2012 melewati empat etape dari pantai Mamuju dan finis di pantai Bahari Polewali Mandar.

Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Diporabudpar) Sulbar, M. Karim di Mamuju, Kamis (30/8/2012), mengatakan  tahun ini, lomba tersebut hanya digelar hingga Polewali. Hal tersebut sebagai salah satu upaya agar wisatawan masuk ke daerah ini dan tidak hanya berada di Makassar pada saat Sandeq mencapai finish.

Tahun sebelumnya etape Sandeq Race mengambil titik start di Pantai Manakarra Mamuju dan finish di Pantai Losari Makassar, Sulawesi Selatan. Sedangkan tahun ini para peserta cukup melewati hingga berakhir pada empat etape saja.

"Artinya, kegiatan Sandeq Race sebagai kekayaan budaya maritim Mandar tak akan lagi dibawa ke kota Makassar. Ini dilakukan berdasarkan masukan dan pertimbangan dari panitia agar lomba ini hanya berakhir di wilayah Polman,"kata Karim.

Selain itu, lanjutnya, perubahan etape ini juga akan memberikan dampak ekonomi yang positif. Sebab, kata Karim, dana yang digunakan selama masa lomba Sandeq Race tidak dibuang keluar daerah melainkan dibelanjakan di daerah sendiri.

"Alasan terakhir, untuk mempertegas bahwa Sandeq Race merupakan milik Sulbar," tambahnya.

Sebelumnya, ia menuturkan bahwa persiapan kegiatan lomba Sandeq Race ini telah rampung dan bahkan panitia telah melakukan lomba pada nomor segitiga mengarungi perairan Mamuju.

"Sebelum nomor marathon digelar maka diawali kegiatan lomba segitiga yang diikuti 31 peserta atau "passande","katanya.

Ia mengungkapkan lomba Sandeq Race nomor marathon ini akan dilepas gubernur Sulawesi Barat Anwar Adnan Saleh dan akan dihadiri Direktur Promosi Dalam Negeri Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, M. Farid.

Karim menuturkan, kegiatan Sandeq Race tahun ini berkurang dari jumlah peserta tahun lalu dengan jumlah Sandeq mencapai 45.

"Jumlah peserta tahun ini berkurang, Ini juga karena beberapa Passandeq masih banyak yang berada di luar daerah dan belum sempat hadir pada kegiatan ini,"ungkapnya.

Selain itu kata dia, beberapa perahu Sandeq tidak ikut akibat banyak perahu tua yang tidak lagi layak untuk diikutsertakan dalam lomba ini. Ia menuturkan, peserta lomba akan mengarungi perairan selat Makassar dengan melalui empat etape yakni etape pertama dari Mamuju-Deking pada 31 Agustus.

Kemudian, kata Karim, etape kedua akan berlangsung dari Deking-Somba pada 2 September dan etape ketiga dimulai dari Somba ke Majene dan etape terakhir yakni dari pantai Majene menuju pantai Bahari Polman pada 6 September 2012.

"Banyak hal yang berbeda pelaksanaan sandeq Race dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yakni terkait rute para peserta lomba atau "Passande" mengalami perubahan,"katanya.

Karim menambahkan, 31 peserta yang ambil bagian ini diantaranya Sandeq Radhitya, Merdeka, Masya Allah, Hairul Umam, Surya Persada, Putra Sulbar, Tintilingan, Siamasei, Sabe Mandar 2, Rajawali, Berkah Alam, Teluk Mandar, Dewi Fortuna dan Padarana Balanipa.

Kemudian Sandeq Arrawungan Putri Ratu Pantai, Halilintar, Bintang Timur, Cahaya Ramadhan, Angin Pammase, Harapan Baru, Eezek 1, Cahaya Rezki, Cahaya Mandar, Damri, Bina Bahari, Brest Perancis, Sempurna, Dondori, Mandala Bintang Timur, Paindo Saldi dan Merpati.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau