Jokowi Berharap Teror Solo Tak Terkait Pilkada DKI

Kompas.com - 31/08/2012, 12:24 WIB

SOLO, KOMPAS.com —.Wali Kota Solo Joko Widodo berharap kasus penembakan pada Kamis malam di Kota Solo, yang menewaskan Bripka Dwi Data Subekti, serta sejumlah teror lain sebelumnya, tidak terkait dengan pencalonan dirinya menjadi gubernur DKI Jakarta. Ia mengungkapkan hal itu sebab, selama tujuh tahun ia memimpin Solo, tak pernah ada teror penembakan semacam itu.

"Saya prihatin, berturut-turut teror terjadi di Solo selama satu bulan terakhir dan, apabila terkait dengan pilkada, saya menyayangkannya," kata Jokowi, Jumat (31/8/2012).

Selanjutnya, terkait rangkaian teror tersebut, Jokowi mengaku akan memerintahkan Linmas untuk lebih intensif berpatroli dan bekerja sama dengan aparat terkait. Jokowi mengaku yakin, tiga kali teror di Solo, yaitu penembakan di pospam Gemblekan, pelemparan granat di Pos Polisi Gladag, dan penembakan anggota polisi di Pos Polisi Singosaren, tidak membuat warga Solo takut dan resah.

"Kita optimalkan Linmas untuk berpatroli dan kota Solo masih kondusif," kata Jokowi menegaskan.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Bripka Dwi Data Subekti tewas ditembak dari jarak dekat oleh orang tak dikenal di Pos Polisi Singosaren, Jalan Rajiman Serengan. Jenazah Bripka Dwi Data Subekti akan dimakamkan di Astana Temu Ireng Bejen, Ngringo, Karanganyar, siang ini. Almarhum meninggalkan seorang istri, Niken Sri Prawani, dan tiga anak, yakni Gopta Andika Pratama (28), Arya Dwi Werdana (26), dan Hany Tri Prajaduta (20).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau