Morotai Minta Dibangunkan Embarkasi Haji

Kompas.com - 31/08/2012, 13:31 WIB

MOROTAI, KOMPAS.com -- Bupati Pulau Morotai Rusli Sibua berencana mengusulkan kepada Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono untuk membangun embarkasi haji di Morotai, Maluku Utara (Malut). Rencana ini diusulkan dengan pertimbangan bahwa Morotai sudah memiliki fasilitas bandara dan letaknya yang strategis serta pertimbangan biaya perjalan haji dari Maluku Utara ke embarkasi Makassar terlalu tinggi.

Menurut Rusli, 9 kabupate/kota yang ada di Malut setiap tahun tidak sedikit mengeluarkan biaya untuk memberangkatkan jamaah hajinya ke Embarkasih Makassar. Setiap jamaah haji yang diberangkatkan ke embarkasi Makassar harus melalui Ternate dengan memakan waktu kurang lebih 2 jam, tepatnya 1 jam 40 menit.

"Bila ada embarkasi di Morotai, perjalanan dari Ternate ke Morotai hanya 25 menit," jelas Rusli, Jumat (31/8/2012).

Tak hanya dari Ternate, daerah lain juga akan mengalami hal yang sama seperti Papua dan Sulawesi Utara termasuk Ambon. Menurut Rusli, pertimbangan membangun embarkasi di Morotai dapat menekan biaya maupun waktu perjalanan.

"Dari letak yang strategis sudah sangat mendukung. Begitu juga dari sisi fasilitas, kita punya bandara peninggalan sekutu yang bisa memuat pesawat-pesawat besar," tambah Rusli.

Pemkab Morotai, lanjut dia, bahkan siap menyediakan lahan bila usulannya nanti disetujui presiden. "Jadi ini tinggal kita usulkan saja semoga ada persetujuan," kata Rusli.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau