Pengungsi Syiah Keluhkan Air Bersih

Kompas.com - 31/08/2012, 13:56 WIB

SAMPANG, KOMPAS.com -- Pengungsi Syiah korban tragedi kemanusiaan di Sampang, Madura, mengeluh kekurangan air bersih di lokasi penampungan di Gedung Olahraga (GOR) Wijaya Kusuma.

Ketua Jamaah Syiah Iklil Almilal, Jumat (31/8/2012) menyatakan, persediaan air oleh pemerintah kepada pengungsi sangat terbatas, sehingga sebagian pengungsi kesulitan untuk mencuci pakaian.
    
"Kami juga tidak bisa melaksanakan shalat berjamaah semuanya, karena harus bergantian," katanya.
    
Seharusnya, kata Iklil, sarana air bersih untuk kebutuhan mandi di lokasi pengungsian ditambah, sehingga para pengungsi bisa melaksanakan shalat jamaah.
     
Antara melaporkan, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Sampang, telah menyediakan tiga unit penampungan air di sebelah timur GOR Wijaya Kusuma Sampang.
    
Akan tetapi jumlah ini belum mencukupi, mengingat jumlah pengungsi Syiah korban tragedi kemanusiaan itu mencapai 281 orang.
    
Sebelumnya persediaan air minum bagi para pengungsi korban kerusuhan ini juga sempat kekurangan, akan tetapi pihak Dinsosnakertrans dan PDAM Sampang juga menambah pasokan air minum.
    
Keluhan lain yang juga disampaikan pengungsi adalah menu makanan. Syaiful, salah seorang pengungsi Syiah asal Desa Bluuran mengatakan, menu makanan oleh petugas lapangan kepada pengungsi sama setiap hari, yakni hanya tahu dan tempe dan tidak pernah ada perubahan sejak hari pertama hingga saat ini.
    
"Kalau bisa jangan itu-itu saja. Ada sedikit perubahan lah," kata Syaiful menjelaskan.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau