SAMPANG, KOMPAS.com -- Pengungsi Syiah korban tragedi kemanusiaan di Sampang, Madura, mengeluh kekurangan air bersih di lokasi penampungan di Gedung Olahraga (GOR) Wijaya Kusuma.
Ketua Jamaah Syiah Iklil Almilal, Jumat (31/8/2012) menyatakan, persediaan air oleh pemerintah kepada pengungsi sangat terbatas, sehingga sebagian pengungsi kesulitan untuk mencuci pakaian.
"Kami juga tidak bisa melaksanakan shalat berjamaah semuanya, karena harus bergantian," katanya.
Seharusnya, kata Iklil, sarana air bersih untuk kebutuhan mandi di lokasi pengungsian ditambah, sehingga para pengungsi bisa melaksanakan shalat jamaah.
Antara melaporkan, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Sampang, telah menyediakan tiga unit penampungan air di sebelah timur GOR Wijaya Kusuma Sampang.
Akan tetapi jumlah ini belum mencukupi, mengingat jumlah pengungsi Syiah korban tragedi kemanusiaan itu mencapai 281 orang.
Sebelumnya persediaan air minum bagi para pengungsi korban kerusuhan ini juga sempat kekurangan, akan tetapi pihak Dinsosnakertrans dan PDAM Sampang juga menambah pasokan air minum.
Keluhan lain yang juga disampaikan pengungsi adalah menu makanan. Syaiful, salah seorang pengungsi Syiah asal Desa Bluuran mengatakan, menu makanan oleh petugas lapangan kepada pengungsi sama setiap hari, yakni hanya tahu dan tempe dan tidak pernah ada perubahan sejak hari pertama hingga saat ini.
"Kalau bisa jangan itu-itu saja. Ada sedikit perubahan lah," kata Syaiful menjelaskan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang