NEW YORK, Kompas.com - Petenis nomor satu dunia, Roger Federer, mengaku sedih mendengar keputusan Andy Roddick yang pensiun usai Grand Slam AS Terbuka. Superstar Swiss ini pun menganggap Roddick sebagai "juara Wimbledon", meskipun petenis Amerika Serikat tersebut selalu gagal mengangkat trofi di All England Club karena selalu kalah darinya.
Federer dan Roddick tiga kali bertemu di final Wimbledon, yakni 2004, 2005, dan 2009. Sayang, semua kesempatan itu gagal membawa Roddick menjadi juara karena dia selalu kalah dari peraih 17 gelar grand slam tersebut. Pada pertemuan terakhir, pertarungan mereka berlangsung cukup panjang karena selesai dalam kedudukan 16-14 di set terakhir.
"Dia pantas mendapatkan gelar itu," ujar Federer, Kamis (30/8/2012). "Itulah yang saya katakan tentangnya pada 2009. Dia pantas meraih gelar ini. Menurutku, dia seorang juara Wimbledon, duta yang hebat untuk pertandingan.
"Saya berterima kasih kepadanya atas segala yang sudah diperbuat dalam olahraga di sini, di Amerika. Tak mudah setelah (Andre) Agassi, (Pete) Sampras, (Jim) Courier, (Michael) Chang, (Jimmy) Connors, (John) McEnroe.
"Sulit baginya waktu itu, tetapi saya pikir dia selalu melakukan yang terbaik, yang dia mampu. Itulah apa yang anda bisa minta dari seseorang seperti Andy."
Roddick, juara AS Terbuka 2003 dan mantan petenis nomor satu dunia, mengumumkan pengunduran diri tersebut tepat pada hari ulang tahunnya yang ke-30, Kamis.
"Menyedihkan. Itulah yang saya rasakan ketika Andy mengatakan kepadaku," tambah Federer.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang