Bupati Sampang: Orang Jakarta Jangan Asal Bicara

Kompas.com - 31/08/2012, 16:50 WIB

SAMPANG, KOMPAS.com -- Lima hari bungkam soal peristiwa kerusuhan di Desa Karang Gayam dan Desa Bluuran, Kabupaten Sampang Minggu lalu, akhirnya Bupati Sampang Noer Tjahja angkat bicara. Noer menggelar konferensi pers, Jumat (31/8/2012) didampingi anggota Komisi III DPR, Ketua PWNU Jawa Timur Mutawakkil Alallah, ulama se-Madura, MUI Sampang dan jajaran forum pimpinan daerah.

Noer Tjahja menjelaskan, dirinya diam tidak bicara soal peristiwa kerusuhan karena melihat komentar orang-orang yang ada di Jakarta dan di semua media tidak ada yang benar.

"Mereka itu tidak tahu inti persoalan di Sampang, jadi jangan sembarangan bicara biar tidak menjadi provokasi. Jadi saya minta kepada orang-orang di Jakarta untuk diam," ungkapnya berapi-api.

Lebih lanjut, kata Noer, konflik yang terjadi di Sampang bukanlah persoalan antara Syiah dan Sunni. Yang mengatakan konflik itu berlatar agama antara Sunni-Syiah sama saja dengan provokator. Orang yang tidak pernah tahu Sampang, kata Noer, jangan asal bicara di media soal Sampang karena mereka hanya mengira-ngira saja.

"Yang pernah dan datang ke lokasi saja jangan gampang komentar," kilahnya.

Noer menguraikan, awal konflik itu karena kedatangan Tajul dengan membawa ajaran baru. Ajarannya itu kemudian meresahkan warga yang sebelumnya hidup tentram. "Jadi tidak ada Syiah-Sunni di balik peristiwa ini, yang ada hanya ajarannya Tajul sama Rois yang menyesatkan," tandasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau