Masyarakat Menangkar Komodo

Kompas.com - 31/08/2012, 18:48 WIB

KUPANG, KOMPAS.com - Masyarakat Desa Nampar Sempang, Kecamatan Sambirampas di Kabupaten Manggarai Timur, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, sejak beberapa waktu lalu menangkar enam komodo di kampung mereka. Binatang langka itu adalah hasil tangkapan warga dari kawasan sekitarnya.          

Hal itu disampaikan oleh Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Nusa Tenggara Timur, Wiratno di Kupang, Jumat (31/8/2012) petang.

Keenam komodo itu adalah bagian dari 40 komodo temuan penelitian BBKSDA NTT terkait sebaran komodo di Flores atau luar kawasan Taman Nasional Komodo di Kabupaten Manggarai Barat. Penelitian itu sendiri dilakukan sejak tahun lalu dan akan terus dilanjutnya hingga tahun depan.          

Wiratno mengakui pihaknya pernah meminta agar penanganan binatang langka itu diserahkan kepada BBKSDA NTT sesuai ketentuan berlaku. Namun Bupati Manggarai Timur, Yosef Tote berharap tetap dalam pemeliharaan masyarakat bersama pemerintah setempat karena kawanan komodo dibutuhkan untuk peragaan sekaligus menjadi daya tarik bagi kawasan sekitarnya.       

"Keinginan Bupati Manggarai Timur itu mungkin saja bisa dipenuhi, namun harus dengan Surat Keputusan Memteri Kehutanan," tambah Wiratno.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau