RS Brayat Minulya Dijaga Ketat, Maria Tak Jadi Berobat

Kompas.com - 01/09/2012, 08:44 WIB

SOLO, KOMPAS.com - Polisi menjaga ketat Rumah Sakit Brayat Minulya, Solo, tempat dua jenazah terduga teroris yang ditembak di Jalan Veteran, Jumat (31/8/2012), diamankan. Dengan senjata lengkap, aparat tampak berjaga di pintu masuk IGD dan di sekitar kamar jenazah.

Ketatnya penjagaan membuat juru warta pun kesulitan untuk mengambil gambar jenazah terduga teroris dan jenazah anggota Densus 88 Bripda Suherman. Saat jenazah dievakuasi keluar dari rumah sakit petugas membentangakan beberapa lembar kain putih ukuran sekitar 4x5 meter didepan mobil ambulans menutupi proses evakuasi.  Di luar pagar rumah sakit, puluhan warga tampak berkerumun menyaksikan keramaian proses evakuasi.

Akibat penjagaan ketat ini, salah satu ibu yang sedang mengantar suaminya berobat mengaku merasa ketakutan. "Saya bingung dan kaget kok banyak sekali aparat bersenjata lengkap dan bunyi sirine, terpaksa saya pulang dan tidak jadi berobat," kata Maria, warga Makamhaji, Sukoharjo.

Seperti diberitakan, baku tembak terjadi antara dua orang terduga teroris yang mengendarai sepeda motor dengan pasukan Densus 88 di Jalan Veteran, Solo, Jawa Tengah, Jumat malam. Saat disergap di tengah jalan, kedua terduga teroris itu melawan dengan mengeluarkan tembakan. Suara letusan senjata terdengar berkali-kali. Keduanya tewas.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen (Pol) Boy Rafli Amar, Jumat malam, memastikan satu orang anggota Densus 88 meninggal dunia dalam baku tembak tersebut. Anggota yang tewas atas nama Bripda Suherman itu tertembak di bagian dada.

"Ya benar, korban atas nama Bripda Suherman. Lawan memiliki tingkat mobilitas dan keterampilan tinggi. Proses pengembangan sedang dilakukan, kami belum bisa menyampaikan secara rinci," ujar Boy.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau