KOMPAS.com — Bahasa lokal yang beragam di sejumlah daerah dan bahasa nasional semakin diabaikan, terutama oleh generasi muda. Hal ini merupakan pertanda awal kepunahan sebuah bahasa. Padahal, bahasa lokal dan nasional menunjukkan identitas sebagai bangsa.
”Untuk mencegah hal itu, bahasa harus tetap digunakan sehingga tetap memiliki penutur,” kata Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Mahsun, Jumat (31/8/2012), di Jakarta.
Diperkirakan hampir setengah dari jumlah bahasa yang digunakan di dunia (6.000-7.000 bahasa) akan mati atau terancam punah karena jumlah penutur yang semakin kecil. (LUK)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang