Rekan Kerja Selalu Minta Dibantu

Kompas.com - 02/09/2012, 09:32 WIB

KOMPAS.com - Anda mendapatkan rekan kerja baru, yang Anda yakini keberadaannya akan sangat membantu kerja tim. Namun, ia tak hentinya minta bantuan kepada Anda mengenai pekerjaan yang diberikan kepadanya, padahal Anda pun sudah berkali-kali menjelaskan kepadanya.

Kalau sudah begini, apa yang sebaiknya Anda lakukan? Terus menerus membantunya atau apakah etis jika ingin mendiskusikannya kepada atasan Anda?

Donna Turner, Praktisi Sumber Daya Manusia Experd memberikan sejumlah saran untuk Anda mengatasi kondisi ini.

1. Klarifikasi ke atasan.
Untuk menghindari kesalahpahaman peran, lakukan klarifikasi lagi kepada atasan Anda. Peran seperti apa yang diharapkan pada Anda saat ini, berkaitan dengan kehadiran partner baru tersebut. Apakah lebih sebagai mentor atau lebih sebagai sesama rekan kerja yang setara. Klarifikasi peran ini, akan mempermudah Anda dalam bersikap, berperilaku, secara tepat kepada rekan baru Anda tersebut.

2. Menjadi mentornya.
Jika Anda dipercaya sebagai mentor, maka klarifikasikan hal-hal berikut ini pada atasan:
* Sampai berapa lama peran ini perlu Anda jalani? Pada periode apa saja? Periode orientasi saja, atau sepanjang periode kerjanya di unit tersebut?
* Dukungan apa saja yang Anda perlu terima di tempat kerja terkait peran Anda sebagai coach?
* Kepada siapa Anda harus memberikan laporan kinerja rekan baru tersebut?
* Bagaimana format pelaporannya, dan bagaimana jadwalnya?
* Standar kerja apa yang perlu diraih rekan kerja baru tersebut dan kapan ia harus mencapainya?

3. Kembangkan kompetensi mentoring.
Kembangkan kompetensi seorang mentor pada diri Anda, sehingga Anda bisa memandu rekan kerja baru dengan optimal. Dengan begitu, hal ini akan membawa pengaruh baik pula bagi optimalitas kualitas hasil di divisi Anda.

Anda diharapkan dapat menganalisa secara lebih obyektif, apakah selama enam bulan ini, ia memang cenderung kurang kompeten atau justru under qualified?  Bila iya, ada kemungkinan rekan kerja Anda ini perlu dirotasi atau perlu penempatan lebih tepat. Bisa juga, ia sebenarnya kompeten, hanya saja ia kurang dibekali info-info penting oleh perusahaan.

Atau bisa juga karena Anda belum jelas dengan peran Anda sebagai mentor, sehingga Anda belum menjalankan fungsi secara optimal. Bila Anda merasa kurang mampu sebagai mentor, konsultasikan dengan baik kepada atasan. Apa pun kondisi yang dihadapi, etis untuk mendiskusikan halangan yang Anda temui pada atasan, secara obyektif.

Fokuslah pada pencapaian solusi terbaik, agar atasan bisa turun tangan pada porsi yang tepat, pada saat yang tepat.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau