Longsor

Warga Bantaran Sungai Batanghari Mengungsi

Kompas.com - 02/09/2012, 17:42 WIB

MUARO JAMBI, KOMPAS.com - Sekitar 60 warga di bantaran Sungai Batanghari, Desa Pulau Aro, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi, Minggu (2/9/2012) ini mengungsi, pascamusibah longsor sepanjang 200 meter di tebing Sungai Batanghari.

Selain itu, satu rumah roboh dan jaringan listrik desa terputus.

Saat ini, s ekitar 20 rumah telah kosong ditinggal pemiliknya mengungsi ke rumah kerabat di sekitar desa. Rumah-rumah itu hanya berjarak 3 meter hingga 10 meter dari bibir tebing yang longsor.

Dalam sebulan terakhir, longsor sudah berlangsung empat  kali. Longsor terakhir pada Kamis lalu merobohkan satu rumah sekitar pukul 21.00 WIB. Satu pekan sebelumnya, longsor di sepanjang tebing itu juga mengakibatkan satu warga tewas, saat tengah mandi di tepi sungai.

Kekhawatiran akan ter us berlanjutnya longsor mendorong sebagian warga yang tinggal di bantaran sungai ini mengungsi.

"Kami khawatir kalau sampai terjadi longsor saat berada di dalam rumah. L ebih aman kalau kami mengungsi untuk sementara waktu," ujar Manan Kasim, warga setempat.

Air Sungai Batanghari surut drastis sejak dua bulan lalu. Pada musim hujan, permukaan air sungai hampir sejajar dengan permukaan tanah. Namun saat ini permukaan air berada sekitar 6-7 meter di bawahnya. Di sebagian lokasi, bahkan memunculkan pulau-pulau kecil di pinggir maupun tengah sungai.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau