JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum DPP PDI-Perjuangan, Megawati Soekarnoputri setuju jika Presiden dan Wakil Presiden pertama, Soekarno dan Mohammad Hatta diberi gelar pahlawan nasional. Bahkan, menurut Megawati, kalau bisa keduanya diberi gelar yang lebih tinggi dari pahlawan nasional.
"Saya sangat setuju karena beliau itu dibilang sebagai proklamator dan co-proklamator," kata Megawati di sela-sela acara halal bihalal PDI-Perjuangan di Jakarta, Minggu (2/9/2012).
Dia menanggapi rencana Pengurus Pusat Muhammadiyah yang akan mengusulkan ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menjadikan Soekarno-Hatta sebagai pahlawan nasional. Selain Soekarno-Hatta, PP Muhammadiyah mengajukan tiga nama, yakni Ki Bagus Hadikusumo, Kasman Singodimedjo, dan Abdoel Kahar Moezakir.
Menurut Megawati, Soekarno-Hatta patut diberi gelar pahlawan nasional karena keduanya termasuk pendiri bangsa. Megawati yang juga putri Soekarno itu mengatakan, mereka yang menjadi proklamator dan co-proklamator tersebut belum mendapat status.
"De facto-nya ada sebutan proklamator dan co-proklamator. De jure-nya itu belum ada," tambahnya.
Julukan Bapak Proklamator untuk Soekarno-Hatta, menurut undang-undang, tidak termasuk gelar pahlawan nasional meski ada yang berpendapat lain.
Terkait dengan usulan menjadikan Soekarno-Hatta sebagai pahlawan nasional ini, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat, Taufik Kiemas menanggapi positif.
Kepada PP Muhammadiyah, Taufik yang juga suami Megawati itu berjanji akan menyerahkan usulan tersebut ke Presiden.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang