Vilanova Enggan Komentari Ronaldo

Kompas.com - 03/09/2012, 08:11 WIB

BARCELONA, KOMPAS.com - Pelatih Barcelona, Tito Vilanova, jelas lebih senang memberi pendapatnya tentang penampilan anak asuhnya, ketimbang mengomentari masalah Cristiano Ronaldo yang tak bahagia, Minggu atau Senin (3/9/2012) dini hari WIB.

"Kekhawatiran saya sudah cukup untuk menyaksikan penampilan para pemain saya. Biar yang lain yang mengkhawatirkan Ronaldo," cetus Vilanova seusai Barcelona mengalahkan Valencia 1-0.

Beberapa jam sebelum laga Barca, Real Madrid menumpas tim promosi Granada 3-0. Dua gol di antaranya dikemas Ronaldo dan dilengkapi kreasi Gonzalo Higuain. Setelah laga jornada ketiga itu, bomber Portugal menggulirkan masalah profesional yang menyebabkannya enggan melakukan selebrasi gol.

Kabar itu ditanggapi dingin Vilanova. Pria berusia 42 tahun itu lebih senang mendiskusikan laga ketat melawan "El Che".

Memang penting menyelesaikan pertandingan tanpa kebobolan, tapi dalam babak pertama semestinya kami dapat menambah satu gol lagi supaya 'mendinginkan' perlawanan Valencia," ucap Vilanova.

Dalam laga itu, entrenador "Blaugrana" harus menonton dari bangku cadangan sebagai bagian dari skorsing satu pertandingan setelah diberi kartu merah akibat terlalu keras memprotes saat Barca mengalahkan tuan rumah Osasuna 2-1, Minggu (26/8/2012).

Untung bagi "Los Cules" sanksi Vilanova tak memengaruhi hasil akhir pekan lalu.

"Penting untuk memulai kompetisi dengan bekal sembilan poin. Saya yakin level permainan kami bakal naik. Kami belum mencapai tingkatan optimal yang diinginkan," tandas Vilanova.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau