SEMARANG, KOMPAS.com — Petani di Kabupaten Kendal dan Kabupaten Demak, Jawa Tengah, menuntut pihak perwakilan pabrik rokok (pabrikan) membeli tembakau hasil panen mereka. "Hasil panen tembakau banyak yang belum dibeli pabrikan. Dampaknya, harga tembakau anjlok, hanya Rp 15.000 per kilogram untuk daun tembakau petikan ketiga," kata Muntohar, petani di Weleri, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Senin (3/9/2012).
Saryono, petani tembakau di Mranggen, Demak, mengemukakan, pedagang juga enggan membeli tembakau. Padahal, biasanya pedagang jadi makelar pabrikan membeli tembakau dengan harga tinggi. Harga petikan daun tembakau hasil panen ketiga normalnya Rp 45.000 per kilogram. Namun, karena pabrikan enggan membeli, harga tembakau makin turun.
Sejumlah petani di Kendal dan Demak hari ini berencana mendatangi perwakilan pabrikan di Semarang. Mereka hendak mengajak perwakilan pabrik rokok besar, Gudang Garam, berdialog soal nasib panen tembakau mereka musim ini. "Kami berharap seusai dialog ada kesepakatan pabrikan membeli tembakau hasil panen petani," ujar Muntohar.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang